Metode Harga Pokok Pesanan dan Contoh Jurnal Metode Harga Pokok Pesanan

Metode Harga Pokok Pesanan dan Contoh Jurnal Metode Harga Pokok Pesanan – Selamat datang di blog Akuntan Cilik, kali ini akan sedikit dijelaskan mengenai metode akumulasi biaya yaitu tentang metode harga pokok pesanan. Seperti yang sudah diketahui sebelumnya bahwa akuntansi biaya merupakan bidang akuntansi yang menekankan pada pengendalian biaya dari suatu barang yang di produksi.

Penertian Harga Pokok Pesanan

Harga pokok Pesanan adalah suatu metode yang digunakan untuk menghimpun biaya produksi berdasarkan pekerjaan dan pesanan atas barang yang diproduksi. Metode harga pokok pesanan banyak digunakan oleh perusahaan industri dan perusahaan manufaktur, seperti perusahaan percetakan, mebel, reparasi, proyek penelitian dan lain-lain. Biaya-biaya produksi akan terus dicatat dan dibebankan  ke masing-masing pekerjaan atau pesanan yang dihasilkan ketika pesanan dan pekerjaan sudah di setujui seperti bahan langsung dan tenaga kerja langsung. Biaya produksi untuk pembuatan suatu produk akan berbeda dengan produk lainnya yang sedang di produksi, hal ini disebabkan karena jenis, bentuk, dan ukuran yang diproduksi berbeda-beda susuai dengan pekerjaan atau pesanan. Suatu pekerjaan memang mempunyai karateristik yang berbeda, tetapi ada beberapa sifat umum dari suatu pekerjaan pada metode harga pokok pesanan.

Ada dua jenis biaya roduksi yang dapat digolongkan dalam metode harga pokok pesanan, yaitu biaya produksi langsung dan biaya produksi tidak langsung. Biaya ini digunakan untuk mempermudah pembebanan biaya kepada produk yang diproduksi, biaya tersebut antara lain:

  1. Biaya Produksi Langsung merupakan biaya yang mudah untuk ditelusuri pada produk yang dikerjakan atau dipesan seperti biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung.
  2. Biaya Produksi Tidak Langsung merupakan biaya yang tidak dapat dibebankan secara langsung pada produk yang dikerjakan atau dipesan.



Kartu Harga Pokok


Kartu harga pokok merupakan buku tambahan dari akun barang dalam proses yang digunakan untuk untuk menentukan biaya atau harga pokok dari masing-masing pekerjaan atau pesanan dalam metode harga pokok pesanan. Kegunaan kartu harga pokok adalah supaya pencatatan biaya produksi lebih rinci yang terdiri dari biaya bahan, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.



Akuntansi Metode Harga Pokok Pesanan


Berikut akan dijelaskan akuntansi metode harga pokok pesanan yang teridiri dari akuntansi biaya bahan, akuntansi tenaga kerja, dan akuntansi overhead pabrik.


Akuntansi Biaya Bahan


Dalam akuntansi biaya bahan, ada dua transaksi yang mempengaruhi persediaan bahan, yaitu sebagai berikut:

Pembelian dan penerimaan bahan, dalam perusahaan manufaktur ketika mencatat persediaan biasanya menggunakan sistem akuntansi persediaan yaitu sistem akuntansi perpetual.
Contoh jurnalnya:

(D) Persediaan Bahan Rpxxx
(Kr) Utang Dagang Rpxxx

Pengeluaran dan pemakaian bahan, jika perusahaan memakai persediaan bahan digudang maka pencatatanya harus sesuai dengan bukti permintaan bahan dari bagian produksi.
Contoh jurnalnya:
(Dr) Barang Dalam Proses Rpxxx
(Kr) Persediaan BahanRpxxx

Ketika bahan baku yang diminta dari gudang dikembalikan karena tidak dipakai dalam proses produksi. Maka contoh jurnalnya:
(Dr) Persediaan Bahan Rpxxx
(Kr) Barang Dalam Proses Rpxxx

Ketika pemakaian bahan tidak langsung dan perlengkapan pabrik dibebankan ke biaya overhead pabrik. Maka contoh jurnalnya adalah:
(Dr) Biaya Overhead Pabrik Rpxxx
(Kr) Persediaan Bahan Rpxxx


Akuntansi Biaya Tenaga Kerja


Penentuan harga poko dari biaya tenaga kerja dapat dilakukan dengan mencatat total gaji dan upah tenaga kerja langsung dan tenaga kerja langsung dan dengan menaglokasikan biaya tenaga kerja (biaya tenaga kerja langsung dibebankan ke barang dalam proses dan biaya tenaga kerja tidak langsung dibebankan ke biaya overhead pabrik. 
Contoh jurnalnya adalah sebagai berikut:
(Dr) Gaji dan Upah Rpxxx
(Kr) Utang Pajak Penghasilan Rpxxx
(Kr) Utang Gaji dan Upah Rpxxx
(Dr) Utang Gaji dan Upah Rpxxx
(Kr) Kas Rpxxx

Ketika biaya tenaga kerja dibebankan ke biaya tenaga kerja langsung (untuk biaya tenaga kerja langsung) dan biaya overhead pabrik (untuk biaya tenaga kerja tidak langsung)
(Dr) Barang Dalam Proses Rpxxx
(Dr) Biaya Overhead pabrik Rpxxx
(Kr) Gaji dan Upah Rpxxx


Akuntansi Biaya Overhead Pabrik


Pembebanan biaya overhead pabrik menggunakan tarif biaya overhead yang ditentukan dimuka.
Rumus untuk menentukan tariff biaya overhead adalah:




Jurnal yang dibuat di akhir periode akuntansi adalah biaya overhead pabrik yang dibebankan ditutup ke akun biaya overhead pabrik.
(Dr) Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan Rpxxx
(Cr) Biaya Overhead Pabrik Rpxxx


Akunansi Untuk Pekerjaan Selesai dan Penjualan


Ketika pekerjaan biaya sudah selesai dengan jumlah biaya yang sudah selesai
(Dr) Barang Jadi Rpxxx
(Kr) Barang Dalam Proses Rpxxx

Ketika terjadi penjualan dan faktur sudah diserahkan ke pelanggan
(Dr) Barang Dagang Rpxxx
(Kr) Penjualan Rpxxx
(Dr) Beban Pokok Penjualan Rpxxx
(Kr) Barang Jadi Rpxxx

Ketika pekerjaan dilakukan dan dibuat untuk pelanggan tertentu, maka penjualan dicatat saat pekerjaan selesai.
(Dr) Piutang Dagang Rpxxx
(Kr) Penjualan Rpxxx
(Dr) Beban Pokok Penjualan Rpxxx
(Kr) Barang Dalam Proses Rpxxx

Itulah sedikit penjelasan meneganai harga pokok pesanan dan contoh jurnal metode harga pokok pesanan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menjadi referensi untuk kalian. Sekian dan terima kasih.