Pengertian Biaya dan Konsep Biaya Dalam Akuntansi Biaya

Pengertian Biaya dan Konsep Biaya Dalam Akuntansi Biaya – Akuntansi biaya adalah salah satu dari bidang khusus akuntansi. Bidang ini lebih menekankan pada pengendalian biaya suatu barang serta informasi akuntansi yang dihasilkan di tujukan untuk pihak internal perusahaan. Ketika mempelajari akuntansi biaya kita harus paham mengenai istilah biaya supaya tidak terjadi kesalahan dalam pemahaman dan penerapannya. Dalam kenyataan sehari-hari banyak orang yang salah paham tentang istilah biaya dan beban, padahal kedua istilah tersebut memiliki pengertian yang berbeda. 

Pengertian Biaya dan Beban

1. Biaya

Biaya (Cost) merupakan pengeluaran yang digunakan untuk mendapatkan suatu aset yang berguna untuk masa yang akan datang serta memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun. Biaya adalah pengeluaran yang masa manfaatnya belum habis. Biaya termasuk dalam pengeluaran modal dan masuk dalam Laporan Posisi Keuangan atau Neraca.


2. Beban

Beban (Expense) merupakan biaya yang yang dikeluarkan untuk memperoleh keuntungan dan sudah memberikan manfaat. Jika manfaat dari suatu aset sudah diterima maka biaya akan berubah menjadi beba atau dengan kata lain biaya akan menjadi beban jika masa manfaatnya sudah habis. Biaya adalah pengeluaran yang masa manfaatnya sudah habis dan termasuk dalam pengeluaran pendapatan serta masuk dalam Laporan Laba Rugi.


Misalnya, perusahaan membeli satu unit mobil seharga Rp 250.000.000 dan dipekirakan akan memberikan masa manfaat selama 10 tahun. Maka perusahaan dikatakan memiliki aset dengan biaya Rp 250.000.000. Masa manfaat selama 10 tahun tersebut akan di alokasikan sebagai beban Rp 25.000.000 selama periode akuntansi.


Klasifikasi Biaya Dalam Akuntansi Biaya

Supaya data biaya bisa berguna serta bermanfaat secara efisien, maka penyampaian dan penyajian data biaya perlu di klasifikasikan. Ada beberapa dasar yang digunakan oleh manajemen untuk mengklasifikasian biaya, yaitu sebagai berikut:


1. Berdasarkan Objek Biaya

Di dalam sebuah perusahaan terdapat banyak hal yang dapat dijadikan objek biaya, maka objek biaya menjadi dasar yang digunakan untuk melakukan perhitungan biaya. Objek biaya yang dimaksud adalah berdasarkan produk, jasa, proyek, konsumen, merek, aktivitas, dan departemen.


2. Bersarkan Perilaku Biaya

Biaya-biaya dapat dibedakan menjadi tiga jenis biaya apabila ditinjau dari perilaku biaya terhadap perubahan dalam tingkat kegiatan. Biaya tersebut meliputi biaya variabel, biaya tetap, dan biaya semi variabel. Biaya semi variabel menyulitkan manajemen dalam menyusun anggaran dan pengendalian biaya maka biaya semi variabel harus dipisah menjadi biaya variabel dan biaya tetap. Dari pemisahan unsur variabel dan unsur tetap dari biaya semi variabel maka hanya terdapat dua jenis biaya, yaitu biaya variabel dan biaya tetap.


Pengertian biaya variabel biaya yang selalu berubah secara langsung seiring dengan adanya perubahan tingkat kegiatan. Contoh biaya variabel adalah biaya bahan langsung, biaya tenaga kerja langsung, beberapa biaya overhead pabrik dan beberapa biaya penjualan. Walau terjadi perubahan dari kegiatan produksi dan penjualan, biaya per unitnya tidak berubah karena ini adalah karakteristik umum biaya variabel.


Pengertian biaya tetap adalah biaya yang selalu tetap tidak berubah seiring dengan adanya perubahan dari tingkat kegiatan. Contoh biaya tetap adalah biaya sewa gedung, premi asuransi, pembayaran pinjaman, dan lainnya. ketika terjadi perubahan dari kegiatan produksi dan penjualan, biaya per unitnya akan berubah. Biaya tetap akan berubah menjadi biaya variabel dalam jangka waktu yang panjang.


3. Berdasarkan Periode Akuntansi

Manajemen dalam menyusun laporan keuangan harus membandingkan beban dengan pendapatan secara layak. Beban dan pendapatan adalah pengklasifikasian biaya berdasarkan periode akuntansi yang di bedakan berdasarkan waktu serta kapan biaya tersebut di bebankan terhadap pendapatan. Biaya berdasarkan periode akuntansi dapat di kategorikan menjadi biaya produk dan biaya periode.


Biaya Produk adalah biaya bahan langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Biaya produk sama dengan biaya produksi dalam perusahaan manufaktur. Biaya ini akan dicatat dan dialokasikan sebagai persediaan pada saat terjadinya, dan akan berubah menjadi harga atau beban pokok penjualan saat terjadi penjualan terhadap persediaan.


Biaya Periode adalah biaya yang bisa memberikan manfaat selama periode akuntansi tetapi tidak berkaitan dengan persediaan dan produk. Contohnya adalah biaya pemasaran dan biaya administrasi.


4. Jenis Kegiatan Fungsional

Tujuan dari pengklasifikasian biaya berdasarkan jenis kegiatan fungsional adalah untuk membantu manajemen dalam perencaan, analisis, dan pengendalian biaya. Biaya berdasarkan pengklasifikasian jenis kegitan fungsional dapat dibedakan menjadi biaya produksi, biaya penjualan, dan biaya umum atau biaya administrasi.