Pengertian, Tujuan, dan Ruang Lingkup Akuntansi Biaya

Pengertian, Tujuan, dan Ruang Lingkup Akuntansi Biaya – Perkembangan dunia usaha, pertumbuhan ekonomi, perkembangan teknologi, dan faktor lainnya menyebabkan perkembangan ilmu akuntansi. Sesuai keperluan, tujuan, serta fungsinya, akuntansi dapat di kelompokan menjadi beberapa bidang. Masing-masing bidang akuntansi mempunyai penekanan tersendiri. Bidang-bidang akuntansi yaitu Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, Akuntansi Biaya, Auditing, Akuntansi Pemerintahan, Akuntansi Penganggaran, Sistem Akuntansi, dan Akuntansi Perpajakan. Pada kesempatan ini akan di bahas dari salah satu bidang akuntansi tersebut, yaitu akuntansi biaya.

Pengertian Akuntansi Biaya


Akuntansi Biaya adalah bagian dari bidang khusus akuntansi yang menekankan pada penentuan dan pengendalian biaya. Bidang ini berhubungan dengan biaya-biaya yang berhuhubungan dengan memproduksi suatu barang. Banyak yang mengatakan bahwa akuntansi biaya hanya diterapkan pada perusahaan manufaktur saja, akuntansi biaya tidak hanya di terapkan oleh perusahaan manufaktur saja, saat ini hampir semua jenis bidang usaha merapkan dan memperoleh manfaat dari akuntansi biaya. 



Tujuan Akuntansi Biaya


Akuntansi biaya berfungsi menyajikan informasi biaya untuk kepentingan manajemen supaya dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Berikut ada beberapa tujuan informasi biaya yang diperlukan oleh manajemen, yaitu sebgai berikut:


1. Penentuan Harga Pokok


Salah satu tujuan dari akuntansi biaya yang diperlukan oleh manajemen adalah untuk penentuan harga pokok. Biaya-biaya dihimpun dari pekerjaan, pusat biaya, produk, dan jasa dalam penetuan harga pokok.


2. Perencanaan Biaya


Tujuan dari akuntansi biaya selanjutnya adalah sebagai perencanaan biaya. Sebagai perencanaan biaya, akuntansi biaya memberikan informasi kepada manajemen untuk membuat strategi atau keputusan alokasi biaya jangka pendek, jangka panjang, dan untuk masa depan.


3. Pengendalian Biaya


Pengendalian biaya dilakukan dengan cara membandingkan antara pelaksanaan dengan rencana yang telah disusun. Manajemen bisa melakukan penilaian atas efisiensi usaha dengan membandingkan rencana yang telah disusun dengan hasil kerja, serta mengoreksi penyimpangan yang terjadi.


4. Sebagai Dasar untuk Pengambilan Keputusan


Akuntansi biaya adalah bidang akuntansi yang menekankan biaya-biaya. Informasi yang dihasilkan maka manajemen dapat membuat keputusan perencanaan yang menyangkut masalah seperti membuat produk serta masalah-masalah khusus lainnya.



Hubungan Akuntansi Biaya dengan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen


Tujuan utama dari akuntansi adalah menyajikan informasi keuangan untuk pihak-pihak pengguna yang berkepentingan terhadap perusahaan. Pihak pengguna informasi akuntansi ada dua, yaitu pihak internal dan pihak eksternal. Pihak internal adalah pengguna informasi akuntansi yang berada di dalam perusahaan, yaitu manajemen. Manajemen menggunakan informasi akuntansi untuk mengendalikan perusahaan serta untuk pengambilan keputusan. 


Pihak eksternal adalah pihak luar perusahaan yang menggunakanan informasi akuntansi, yaitu kreditor, pemegang saham, pemerintah, dan masyarakat. Pihak luar menggunaka informasi akuntansi sesuai dengan kepentingan mereka masing-masing.


Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen adalah salah satu bidang akuntansi yang menekankan ketentuan dan penggunaan informasi akuntansi untuk manajemen. Informasi akuntansi yang dihasilkan lebih kepada pihak internal perusahaan.


Akuntansi Keuangan

Akuntansi Keuangan adalah salah satu bidang akuntansi yang behubungan dengan pencatatan transaksi suatu perusahaan, bidang akuntansi ini lebih menekankan penggunaan informasi akuntansi kepada pihak luar perusahaan.


Hubungan akuntansi biaya dengan akuntansi keuangan terlihat pada tujuan akuntanasi biaya yaitu penentuan harga pokok dan menentukan nilai persediaan, hal ini berhubungan dengan penyusunan laporan keuangan.


Hubungan akuntansi biaya dengan akuntansi manajemen terlihat pada pengendaliaan biaya yaitu akuntansi biaya membantu manajemen untuk menentukan biaya yang terjadi untuk memproduksi produk serta kegiatan lainnya.