Siklus Akuntansi Pada Perusahaan

Siklus Akuntansi Pada Perusahaan – Akuntansi mempunyai beberapa bidang, setiap bidang mempunyai tugas dan fungsinya masing-masing. Untuk membuat laporan keuangan yang efektif dan bisa bermanfaat untuk semua pihak pengguna, perusahaan pasti akan melakukan kegiatan dalam pencatatan transaksi keuangan. Kegiatan-kegiatan itu dinamakan dengan siklus akuntansi. Siklus merupakan serangkaian kegiatan yang  dilakukan berulang-ulang secara tetap. Dalam akuntansi juga terdapat kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang sehingga menghasilkan suatu laporan yang dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Kegiatan tersebut dinamakan sengan siklus akuntansi. Apakah siklus akuntansi tersebut? 
gambar
Siklus akuntansi adalah proses dari kegiatan akuntansi yang dimulai dari pengumpulan transaksi dan di akhiri dengan pembuatan laporan keuangan. Apakah setiap bidang akuntansi mempunyai siklus akuntansi yang berbeda-beda? Bagaimanakah siklus akuntansi perusahaan jasa dan siklus akuntansi perusahaan dagang? Semua bidang akuntansi mempunyai siklus akuntansi yang sama, tidak ada yang berbeda siklus akuntansi bidang yang satu dengan yang lain. Mungkin hanya pada penggunaan dokumen yang berbeda. Begitupun dengan siklus akuntansi perusahaan jasa dan perusahaan dagang, siklus akuntansi tidak ada yang berbeda antara perusahaan satu dengan perusahaan lainnya. 

Berikut adalah  proses akuntansi tersebut atau siklus akuntansi, yaitu sebagai berikut:

  1. Pengumpulan bukti transaksi
  2. Pencatatan ke dalam jurnal
  3. Membuat buku besar 
  4. Menyusun neraca saldo
  5. Membuat ayat jurnal penyesuaian
  6. Menyusun neraca saldo setelah disesuaikan
  7. Kertas kerja
  8. Menyusun laporan keuangan
  9. Membuat jurnal penutup
  10. Meyusun neraca saldo setelah ditutup
  11. Membuat jurnal pembalik




Siklus Akuntansi


1. Bukti Transaksi


Pencatatan akuntansi dapat dilakukan jika terdapat bukti-bukti dari transaksi yang dilakukan perusahaan, tanpa didukung bukti dari transaksi-transaksi pencatatan tidak dapat dilakukan. Jika perusahaan melakukan penjualan maka perusahaan harus membat faktur penjualan sebagai buktinya. Jika perusahaan melakukan pembelian maka harus dibuktikan dengan nota atau faktur dari penjual. Bukti-bukti transaksi bisa berasal atau dibuat oleh perusahaan sendiri dan bukti-bukti transaksi yang berasal atau dibuat oleh pihak luar perusahaan. Bukti-bukti transaksi yang sering digunakan oleh perusahaan, yaitu sebagai berikut:

Kuitansi, merupakan bukti transaksi yang digunakan untuk mencatat pengeluaran uang. Sebagai bukti transaksi penerimaan uang adalah sus kuitansi.


Cek, merupakan bukti transaksi berupa surat perintah yang dikeluarkan oleh nasabah bank untuk memerintahkan bank untuk membayar sejumlah uang kepada pihak yang disebutkan didalam surat perintah tersebut. Bukti transaksi atas pengeluaran uang oleh pihak yang mengeluar kan uang adalah sus cek.


Faktur, adalah bukti transaksi atas pembelian atau penjualan secara kredit. Jika pihak yang mengeluarkan faktur disebut dengan faktur penjualan, sedangkan pihak yang menerima faktur disebut dengan faktur pembelian.


Nota Kontan, adalah bukti transaksi jual-beli secara tunai. Pihak yang mengeluarkan nota kontan adalah bukti penjualan secara tunai, sedangkan bagi phak penerima nota kontan adalah bukti pembelian tunai.


Nota Debit Dan Nota Kredit, nota debit adalah bukti transaksi yang berisi pernyataan bahwa perkiraan pihak lain didebit karena adanya hal-hal tertentu. Nota kredit adalah bukti transaksi yang berisi pernyataan  bahwa perkiraan pihak lain dikredit karena adanya hal-hal tertentu. Bagi pihak pembuat nota sebagai bukti transaksinya adalah nota debit, sedangkan pihak yang menerima nota sebagai bukti transaksinya adalah nota kredit.


Selain bukti transaksi tersebut, sebenarnya masih banyak lagi bukti transaksi yang digunakan oleh perusahaan. Karena dalam kegiatan sehari-hari banyak perusahaan yang membuat bukti transaksinya sendiri.


2. Jurnal


Sebelum membuat laporan keuangan langkah pertama yang harus dilakukan yaitu mencatat bukti transaksi yang sudah dikumpulkan, media yang digunakan untuk mencatat disebut dengan jurnal. Pencatatan menggunakan jurnal sangat sistematis dan kronologis, selain itu digunakan untuk menganalisis transaksi secara debit atau kredit. Kegiatan melaukan pencatatan transaksi ke dalam jurnal disebut dengan menjurnal.

Jurnal dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
  • Jurnal umum
  • Jurnal khusus



3. Posting atau Buku Besar


Posting merupakan pemindahan ayat jurnal ke dalam akun buku besar. Langkah ini adalah mengelompkan nama akun dibuku besar yang sudah dicatat di jurnal. Pemindahan harus sesuai dengan posisi yang ada dijurnal, jika di jurnal berada pada posisi debit, maka diposting harus disebelah debit. Jika dijurnal berada pada posisi kredit, maka diposting diposisi kredit. Ketika memposting , ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Tanggal, keterangan, dan jumlah harus diposting sesuai dengan yang ada di jurnal.


4. Neraca Saldo (Trial Balance)


Neraca saldo adalah ringkasan dari semua akun beserta saldonya. Penyusunan neraca saldo dilakukan untuk mempermudah ketika penyusunan laporan keuangan. Selain itu, neraca saldo digunakan untuk menguji keseimbangan matematis antara debit dan kredit.


5. Ayat Penyesuaian


Ayat penyesuain adalah proses untuk menetapkan dan mengakui aset, kewajiban, pendapaan, dan beban secara tepat sesuai dengan waktu terjadinya transaksi. Ini adalah konsekuensi menerapkan prinsip akrual. Jurnal yang dibuat untuk mencatat ayat penyesuaian disebut jurnal penyesuaian. 

Hal yang memerlukan penyesuaian, yaitu sebagai berikut:
  1. Penysutan aktiva tetap.
  2. Kerugian piutang.
  3. Perlengkapan yang dipakai.
  4. Akun pembayaran dimuka, yaitu beban dibayar dimuka dan pendapatan diterima dimuka.
  5. Akun akrual, yaitu pendapatan yang belum diterima dan beban yang masih harus di bayar.
  6. Rekonsiliasi kas di bank.



6. Neraca Saldo Setelah Disesuaiakan


Setelah melakukan penyesuaian, ayat jurnal penyesuaian diposting ke akun dibuku besar. Maka didapatlah saldo dari akun yang disesuaikan tersebut. Dari proses tersebut kemudian dapat disusun neraca saldo setelah disesuaiakan. Neraca saldo setelah disesuaikan merupakan ringkasan dari semua akun serta saldonya setelah dilakukan penyesuaian terhadap akun yang memerlukan penyesuaian.


7. Kertas Kerja


Kertas kerja merupakan satu lembaran dokumen yang berisi neraca saldo, ayat penyesuaian, neraca saldo setealah disesuaikan, laba rugi, dan neraca. Tujuan dibuat kertas kerja adalah untuk meningkatkan akurasi penyusunan laporan keuangan yang yang disusun secara manual.


8. Laporan Keuangan


Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi.  Dari kertas kerja, dapat disusun laporan keuangan. Dasar penyusunan laporan keuangan bisa berasal dari neraca saldo setelah disesuaikan atau bisa dari kertas kerja. Tujuan pembuatan laporan keuangan adalah untuk kepentingan pihak pengguna laporan keuangan yang meliputi pihak intern perusahaan atau pihak luar perusahaan.

Unsur-unsur laporan keuangan, yaitu sebagai berikut:
  • Laporan Laba Rugi
  • Laporan Perubahan Modal
  • Laporan Posisi Keuangan atau Neraca
  • Laporan Arus Kas
  • Catatan Atas Laporan Keuangan



9. Jurnal Penutup


Tahap selanjutnya setelah penyusunan laporan keuangan adalah penutupan buku. Ketika tutup buku maka diperlukan media akuntansi yaitu jurnal penutup. Jurnal penutup merupakan ayat jurnal yang dibuat untuk menutup akun pendapatan, beban, dan prive. Diakhir periode akun pendapatan, beban, dan prive harus dijadikan nol dengan cara memindahkan ke akun modal, karena akun pendapatan, beban, dan prive digunakan untuk menggolongkan dan mengikhtisarkan perubahan-perubahan pada akun modal selama periode akuntansi.


10. Nerca Saldo Setelah Ditutup


Neraca saldo setelah ditutup merupakan ringkasan akun beserta saldonya setelah tutup buku. Neraca saldo setelah ditutup merupakan akun riil, seluruh ringkasan akun beserta saldonya nantinya akan digunakan pada periode akuntansi selanjutnya.


11. Jurnal Pembalik


Akhir dari siklus akuntansi yaitu dengan membuat jurnal pembalik. Jurnal pembalik merupakan ayat jurnal yang dibuat pada awal periode akuntansi dengan membalik jurnal penyesuaian. Tujuan pembuatan jurnal pembalik adalah mempermudah pencatatan transaksi pada awal periode akuntansi.


Demikianlah proses yang harus dilakukan  untuk mengolah data-data keuangan sehingga menghasilkan informasi akuntansi yang bermanfaat untuk pihak yang berkepentingan dalam pengemabilan keputusan. Itulah sedikit penjelasan mengenai siklus akuntansi, semoga penjelasan siklus akuntansi ini bisa bermanfaat dan menambah referensi untuk kita semua. Sekian dan terima kasih…