5 Jenis-jenis Pendapat atau Opini Akuntan Publik Dalam Audit

5 Jenis-jenis Pendapat atau Opini Akuntan Publik Dalam Audit – Audit adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh orang yang kompeten, objektif, dan tidak memihak. Pada akhir proses audit, akuntan publik akan memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen. 

Ada berapa jenis pendapat atau opini akuntan publik? Apa saja jenis pendapat akuntan publik atau opini akuntan publik?



Jenis-jenis Pendapat Akuntan Publik


Akuntancilik.com kali ini akan menjelaskan jenis pendapat akuntan publik atau opini akuntan publik. Berdasarkan Standar Profesional Akuntan Publik per 31 Maret 2011 (PSA 29 SA Seksi 508), terdapat 5 (lima) jenis pendapat atau opini akuntan publik. 


1. Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian

Pernyataan auditor dengan pendapat wajar tanpa pengecualian adalah bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar posisi keuangan perusahaan, perubahan ekuitas, hasil usaha, arus kas serta dalam semua hal yang material sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia. 
Pendapat wajar tanpa pengecualian akan diberikan auditor jika tidak ditemukan adanya kesalahan material atas penyimpangan dari SAK/ETAP/IFRS, bukti yang relevan dan memadai sudah terkumpul, dan pemeriksaan sudah sesuai dengan strandar auditing.


2. Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan Bahsa Penjelasan yang Ditambah dalam Laporan Audit Baku

Walaupun tidak mempengaruhi pendapat wajar tanpa pengecualian, tetapi pendapat ini akan diberikan oleh auditor jika terdapat keadaan tertentu yang mengharuskan menambahkan paragraf penjelasan lainnya. Salah satu keadaan yang membuat auditor memberikan paragraf penjelasan lainnya adalah auditor independen memberikan pendapat wajar yang sebagian didasarkan atas laporan auditor independen lain.


3. Pendapat Wajar dengan Pengecualian

Pernyataan pendapat wajar dengan pengecualian hampir sama dengan pendapat wajar tanpa pengecualian, hanya saja ada pengecualian untuk dampak hal yang berkaitan dengan pengecualian. Auditor menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar posisi keuangan perusahaan, perubahan ekuitas, hasil usaha, arus kas serta dalam semua hal yang material sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia, kecuali untuk dampak hal yang berkaitan dengan yang dikecualikan. 

Pendapat ini akan diberikan oleh auditor apabila bukti kompeten kurang mendukung, lingkup audit yang terbatas, dan terdapat penyimpangan laporan keuangan dari standar akuntansi di Indonesia dan jika memberikan pendapat wajar dengan pengecualian, auditor harus ia harus menjelaskan semua alasan yang menguatkan dalam satu atau lebih paragraf.


4. Pendapat Tidak Wajar

Pendapat tidak wajar akan diberikan oleh auditor jika laporan keuangan secara keseluruhan tidak disajikan secara wajar sesuai dengan satandar akuntansi di Indonesia. Pendapat tidak wajar dijelaskan secara terpisah dengan paragraf pendapat dalam laporan auditor, tepatnya sebelum paragraf pendapat auditor. Pendapat ini menjelaskan alasan-alasan yang mendukung pendapat tidak wajar dan dampak utama hal menyebabkan pemberian pendapat tidak wajar terhadapa posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas.

Dengan pendapat tidak wajar, auditor akan menyatakan bahwa laporan keuangan tidak menyajikan secara wajar posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas sesuai dengan strandar akuntansi di Indonesia.


5. Pernyataan Tidak Memberikan Pendapat

Apabila auditor menyatakan tidak memberikan pendapat, laporan auditor harus memerikan semua alasan substantif yang mendukung pernyataan tersebut. Pernyataan ini diberikan oleh auditor apabila tidak dapat merumuskan atau tidak dapat memutuskan suatu pendapat tentang kewajaran laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi di Indonesia. Selain itu yang menyebabkan auditor tidak memberikan pendapat adalah auditor tidak melaksanakan audit yang lingkupnya memadai untuk memberikan pendapat atas laporan keuangan dan  karena auditor yakin ada penyimpangan material dari standar akuntansi di Indonesia.


Itulah sedikit penjelasan tentang 5 Jenis-jenis Pendapat atau Opini Akuntan Publik Dalam Audit. Semoga penjelasan ini bisa bermanfaat dan bisa membah referensi.