Akun-akun Yang Digunakan Pada Metode Periodik dan Perpetual Dalam Transaksi Perusahaan Dagang

Akun-akun Yang Digunakan Pada Metode Periodik dan Perpetual Dalam Transaksi Perusahaan Dagang – Pada pembahasan sebelumnya sudah dijelaskan mengenai perusahaan jasa dengan perusahaan dagang. Usaha yang dilakukan antara kedua perusahaan tersebut sudah jelas berbeda, perusahaan jasa adalah perusahaan yang melakukan kegiatannya dengan menjual jasa, sedangkan perusahaan dagang adalah perusahaan yang melakukan kegiatannya dengan membeli barang dan menjualnya kembali. Pada perusahaan jasa, barang yang dijual tidak ada bentuk fisiknya tetapi manfaatnya bisa dirasakan. Pada perusahaan dagang, bentuk fisik dari barang yang dijual bisa dilihat dan barang tersebut bisa disimpan jika tidak habis digunakan ada saat itu. Oke… pada kesempatan ini akuntancilik.com tidak akan membahas kedua perusahaan tersebut, tetap yang akan dibahas adalah mengenai perusahaan dagang.


Proses awal dari siklus akuntansi adalah adalah pencatatan transaksi kedalam jurnal umum. Pencatatan transaksi pada perusahaan dagang semuanya sama, tetapi ada yang membedakan pencatatan transaksi yaitu metode pencatatan yang digunakan pada setiap perusahaan. Ada dua metode yang dikenal dalam pencatatan transaksi perusahaan dagang, yaitu metode perpetual dan metode periodik. Kedua metode ini mempunyai kelebihan dan kekeurangannya masing-masing. Metode perpetual adalah metode pencatatan transaksi yang digunakan oleh perusahaan dagang yang menjual atau membeli barang yang relatif mahal, sedangkan metode periodik adalah metode pencatatan transaksi yang digunakan oleh perusahaan dagang yang menjual atau membeli barang dagangan yang relati murah. Inilah yang menjadi karakteristik dari perusahaan dagang. Karakteristik utama perusahaan dagang dari pencatatn transaksi adalah transaksi penjualan dan pembelian. 


Yang mempengaruhi pencatatan penjulalan dan pembelian pada perusahaan dagang adalah metode yang digunakan oleh perusahaan untuk mencatat persediaan. Dengan menggunakan metode perpetual, perusahaan mencatat transaksi pembelian barang dagangan dengan akun persediaan barang. Sedangkan dengan menggunakan metode periodik, perusahaan mencatat transaksi pembelian barang dagangan dengan akun pembelia. Pencatatan transaksi penjualan dengan menggunakan metode perpetual perusahaan mencatat dengan akun penjualan dan harga pokok penjualan (HPP). Sedangkan pencatatan transaksi penjualan dengan menggunakan metode periodik perusahaan mencatat dengan akun penjualan.


Di akhir periode akuntansi, jika menggunakan metode perpetual tidak memerluakan ayat jurnal penyesuaian atas akun persediaan dan harga pokok penjualan (HPP). Jika ada selisih persediaan barang yang ada dalam pencatatan dengan hasil perhitungan fisik baru kemudian dibuatkan ayat jurnal penyesuaian. Pada metode periodik diperlukan ayat jurnal penyesuaian atas persediaan barang dan harga pokok penjualan (HPP) di akhir periode akuntansi.


Berikut akan disajikan beberapa akun yang digunakan dalam pencatatan transaksi penjualan dan pembelian barang yang menggunakan metode perpetual dan metode periodik.


Akun-akun Transaksi Penjualan dan Pembelian Dalam Metode Perpetual dan Periodik


Akun Penjualan dan Pembelian Dengan Metode Perpetual

Jika suatu perusahaan mencatat transaksi penjualan dan pembelian barang dengan menggunakan metode perpetual maka akun-akun yang pada umumnya digunakan adalah sebagai berikut:
  • Persdiaan Barang  (Inventory of Merchendise)
  • Penjualan (Sales)
  • Potongan Tunai Penjualan (Sales Discount)
  • Beban Angkut Penjualan (Freight Out)
  • Retur dan Potongan Penjualan (Sales Return and Allowance)
  • Harga Pokok Penjualan (Cost of Good Sold)
  • Ikhtisar Laba Rugi (Income Summary)


Akun Penjualan dan Pembelian Dengan Metode Periodik

Jika suatu perusahaan mencatat transaksi penjualan dan pembelian barang dengan menggunakan metode periodik atau metode fisik maka akun-akun yang pada umumnya digunakan adalah sebagai berikut:
  • Pembelian (Purchases)
  • Potongan Tunai Pembelian (Purchase Discount)
  • Beban Angkut Pemelian ( Freight In)
  • Retur dan Potongan Pembelian (Purchase Return and Allowance)
  • Penjualan (Sales)
  • Persdiaan Barang  (Inventory of Merchendise)
  • Harga Pokok Penjualan (Cost of Good Sold)
  • Ikhtisar Laba Rugi (Income Summary)
  • Potongan Tunai Penjualan (Sales Discount)
  • Beban Angkut Penjualan (Freight Out)


Akun-akun tersebut yang digunakan pada perusahaan dagang adalah menjadi karakteristik perusahaan dagang. Karena akun tersebut berkaitan dengan barang dagangan yang menjadi kegitan oprasional perusahaan dagang. Sebenarnya akun pada perusahaan jasa dan perusahaan dagang sebagaian besar hampir sama.


Itulah penjelasan tentang Akun-akun Yang Digunakan Pada Metode Periodik dan Perpetual Dalam Transaksi Perusahaan Dagang. Semoga penjelasan dihalaman ini bisa bermanfaat dan bisa menjadi referensi. Terima kasih sudah berkunjung ke blog akuntancilik.com sekian dan terima kasih…