Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

Laporan Keuangan Perusahaan Jasa Serta Penjelasan Lengkap – Pertumbuhan ekonomi menyebabkan perkembangan dunia usaha semakin meningkat. Banyak jenis usaha yang dijalanin sehingga persaingan ekonomi semakin ketat, maka dari itu perusahaan harus pandai dalam menyusun anggaran. Ketika membangun usaha perlu ketekunan dan perjuangan untuk mengembangkan usaha supaya mampu bersaing dengan dengan yang lain. Maka, sebelum memulai membangun usaha pikirkan dulu jenis usaha apa yang akan ingin di bangun atau dikembangkan. Pada umumnya terdapat tiga bentuk atau jenis bidang perusahan yang ada, yaitu perusahaan jasa, perusahaan dagang, dan perusahaan manufaktur. 


Perusahaan jasa adalah perusahaan yang jenis usaha yang bergerak dalam bidang pemberian jasa kepada pelanggan. Jenis usaha ini sangan mudah dikenali, biasanya jenis perusahaan jasa menjual produk non fisik. Misalnya service alat-alat elektronik. Perusahaan dagang adalah perusahaan yang jenis usaha yang melakukan kegiatannya menjual barang dagangan yang berupa produk fisik. Perusahaan jenis ini melakukan usahannya dengan cara membeli barang jadi dan kemudian dijual kembali. Misalanya took pakaian, toko pakaian memperoleh barang dari supplier. Perusahaan manufaktur atau sering disebut dengan perusahaan produksi adalah perusahaan yang jenis usaha yang melukan kegiatan usahanya dengan cara mengolah barang mentah menjadi barang jadi dan kemudian kembali ke pelanggan. Misalnya industri mebel.


Nah, itulah jenis perusahaan yang ada pada umumnya, tapi pada halaman ini tidak akan dibahas keseluruhan dari jenis atau bidang usaha tersebut. Pada halaman ini akan dibahas dari salah satu jenis atau bidang perusahaan tersebut, yaitu perusahan jasa.


Perusahaan jasa, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perusahaan ini sangat mudah dikenali yaitu seperti produk yang dijual. Produk yang dijual dari jenis usaha ini pada umumnya tidak berbentuk fisik tetapi bisa dirasakan manfaatnya oleh pelanggan. Produk yang dijual oleh perusahaan ini adalah pemberian jasa ke pelanggan. Contoh perusahaan jasa yang lainya, yaitu perusahaan telekomunikasi, perusahaan transportasi, akuntan publik, dan lainnya.


Ciri-ciri Perusahaan Jasa


Perusahaan jasa sangat mudah dikenali pada lingkungan sekitar, dari jenis produk yang dijual mungkin sudah bisa dikenali. Nah, supaya lebih mudah mengenali atau membedakan perusahaan jasa dengan perusahaan lainnya, ada bererapa ciri dari peruhaan jasa ini. Ciri-ciri perusahaan jasa yaitu sebagai berikut:


1. Jasa yang dihasilkan bersifat abstrak atau tidak berwujud

Abstrak artinya tidak berwujud. Produk yang dihasilkan dari perusahaan jasa memang tidak berbentuk atau tidak ada fisiknya, tetapi manfaatnya sangat bisa dirasakan oleh konsumen.


2. Jasa yang diberikan Heterogen

Heterogen artinya tidak seragam atau tidak sama. Jasa yang diberikan kepada konsumen tidaklah sama dengan konsumen lainnya. Perusahaan akan memberikan jasa kepada konsumen tergantung dari keperluan konsumen terhadap jasa yang diminta. Misalnya bengkel, montir atau teknisi akan memperbaiki diaman ditemukan kerusakan dari kedaraan. Konsumen A mempunyai keluhan kendaraan pada bagian ban, maka teknisi akan berfokus pada perbaikan ban, sedangkan konsumen B mempunyai keluhan kendaraan pada bagian rem, maka teknisi akan berfokus pada perbaikan rem.


3. Jasa yang dihasilkan tidak dapat disimpan

Artinya jasa yang dihasilkan oleh perusahaan tidak dapat disimpan oleh konsumen untuk keperluan dimasa yang akan datang. Jasa yang didapatkan akan habis pada saat jasa itu diterima pada saat itu. Berbeda dengan barang, jika tidak habis digunkan pada saat itu maka dapat disimpan untuk keperluan dimasa yang akan datang. Misalnya tiket kapal, perusahaan transportasi yang menghasilkan jasa tiket untuk konsumen akan habis digunakan oleh konsumen pada saat itu, tiket tidak bisa disimpan untuk keperluan dimasa yang akan datang.


Laporan Keuangan Perusahaan Jasa


Laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses akuntansi. Dasar penyusunan laporan keuangan bisa berasal dari neraca saldo setelah disesuaikan atau bisa dari kertas kerja. Tujuan pembuatan laporan keuangan adalah untuk kepentingan pihak pengguna laporan keuangan yang meliputi pihak intern perusahaan atau pihak luar perusahaan. Untuk membuat Laporan Keuangan, khususnya perusahaan jasa Laporan keuangan perusahaan jasa pada umumnya terdiri dari Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, dan Laporan Posisi Keuangan (Neraca).


1. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah informasi akuntansi bagian dari laporan keuangan yang menghimpun unsur-unsur pendapatan dan beban yang dihasilkan perusahan selama periode akuntansi. Sehingga akan menghasilkan informasi laba atau rugi dari suatu perusahaan. Ada beberapa unsur yang terkandung di dalam laporan perubahan modal, yaitu pendapatan, beban, dan laba atau rugi. Unsur pendapatan adalah seluruh pendapatan yang didapatkan oleh perusahaan selama periode akuntansi tersebut. Unsur beban adalah seluruh biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan selama melakukan kegiatan oprasional. Laba atau rugi adalah selisih antara pendapatan dengan beban selama periode akuntansi. Jika selisih pendapatan lebih besar dari pada beban maka dikatan laba, sedangkan selisih beban lebih besar dari pendapatan makan dikatakan rugi.

Laporan Keuangan Perusahaan Jasa


2. Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal atau sering juga disebut laporan ekuitas pemilik adalah laporan yang barisi informasi mengenai perubahan modal atau ekuitas pemilik selama periode akuntansi. Laporan perubahan modal dibuat setelah laporan laba rugi, karena laba atau rugi harus dimasukan kedalam laporan perubahan modal. Laporan perubahan modal dipakai oleh pemilik usaha untuk mengetahui berapa besar kepemilikan terhadap usaha tersebut. Pihak luar sangat jarang menggunakan laporan peruabahan modal dalam menganalisis perusahaan. Ada beberapa unsur yang terkandung dalam laporan perubahan modal, yaitu Modal awal, Laba/Rugi bersih, Setoran modal tambahan, Prive, dan Modal akhir.

Laporan Keuangan Perusahaan Jasa


3. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Unsur laporan keuangan perusahaan jasa berikutnya adalah laporan posisi keuangan atau neraca. Laporan posisi keuangan adalah laporan akuntansi yang berisi informasi mengenai Aktiva, Kewajiban, dan Ekuitas. Besarnya kekayaan yang dimiliki perusahaan dan berapa besar kewajiban yang harus dipenuhi dimasa yang akan datang dapat dilihat di dalam laporan posisi keuangan. Untuk menganalisis kekuatan keuangan suatu perusahaan, laporan posisi keuangan sangat memberikan informasi yang sangat berguna dalam hal tersebut. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan membandingkan laporan posisi keuangan periode sebelumnya dengan laporan posisi keuangan saat ini. Unsur yang terkandung di dalam laporan posisi keuangan adalah aset, kewajiban, modal (ekuitas).


Aset 
Aset adalah seluruh kekayaan yang dimiliki perusahaan yang akan dapat memerikan manfaat dimasa yang akan dapat. Aset dikelompokan menjadi tiga katerogi, yaitu aset lancar, aset tetap, dan aset tak berwujud.


Kewajiban
Kewajiban adalah seluruh kewajiban yang dimiliki perusahaan yang harus dipenuhi dimasa yang akan datang. Pada umumnya kewajiban dapat dikelompokan menjadi kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang.


Modal (Ekuitas) 
Ekuitas atau modal adalah hak kepemilikan terdapat suatu perusahaan. Dari informasi ini dapat diketahui berapa besar kepemilikan seseorang terhadap suatu perusahaan.

Laporan Keuangan Perusahaan Jasa



Nah, itulah sedikit pembahasan tentang perusahaan jasa serta contoh laporan keuangan perusahaan jasa. Semoga artikel ini bisa bermanfaat, jangan lupa untuk share artikel ini supaya yang lainnya bisa mengatuhi.