Mengenal Dua (2) Metode Akumulasi Biaya atau Pengumpulan Biaya Dalam Akuntansi Biaya

Mengenal Dua (2) Metode Akumulasi Biaya atau Pengumpulan Biaya Dalam Akuntansi Biaya – Selamat datang kembali para calon-calon akuntan di blog akuntancilik.com. Pada perjumpaan ini saya akan sedikit menjelaskan mengenai dua metode akumulasi biaya dalam akuntansi biaya. Pengertian akumulasi adalah penambahan yang terjadi pada jumlah pokok secara berkala. Metode akumulasi biaya merupakan suatu metode yang digunakan untuk menghimpun biaya-biaya yang dikeluarkan untuk suatu produk atau pekerjaan. 
Dalam akuntansi biaya, secara umum ada dua metode akumulasi biaya yang digunakan untuk mengetahui berapa besar biaya yang dikeluarkan untuk suatu produk dan pekerjaan tertentu. Kedua metode itu yaitu sebagai berikut:
  1. Metode Harga Pokok Pesanan
  2. Metode Harga Pokok Proses

Agar lebih jelas mengenai dua metode tersebut, pada halaman ini akan dijelaskan sedikit dari masing-masing metode tersebut agar kalian lebih jelas.


Metode Harga Pokok Pesanan


Seperti yang sudah dijelaskan pada halaman sebelumnya, Meotode Harga pokok Pesanan adalah suatu metode yang digunakan untuk menghimpun biaya produksi berdasarkan pekerjaan dan pesanan atas barang yang diproduksi. Metode ini adalah suatu sistem akuntansi biaya perpetual, jika perusahaan membeli persediaan maka akan dicatat dengan cara mendebit akun persediaan barang, lain halnya dengan metode akuntansi periodik, pada akuntansi periodic persediaan yang diperoleh akan dicatat dengan cara mendebit akun pembelian. Metode ini sering digunakan oleh perusahaan industri dan perusahaan manufaktur, seperti perusahaan percetakan, reparasi, mebel dan lainnya. 


Akuntansi metode harga pokok pesanan meliputi akuntansi biaya bahan, akuntansi biaya tenaga kerja, dan akuntansi biaya overhead pabrik. Akuntansi biaya bahan digunakan untuk mencatat jenis transaksi pembelian dan pengeluaran bahan. Akuntansi biaya bahan dalam metode ini digunakan untuk menetukan harga pokok. Akuntansi biaya tenaga kerja, biaya tenaga kerja merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membayar pegawai atau tenaga kerja yang bekerja pada suatu perusahaan. Dalam metode harga pokok pesanan, akuntansi biaya tenaga kerja digunakan untuk pembebanan untuk penentuan harga pokok. Pembebanan  biaya tenaga kerja untuk menentukan harga pokok dan pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan  dilakukan dengan pencatatan total gaji dan upah untuk tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung dan mengalokasikan biaya tenaga kerja, biaya tenaga kerja langsung dibebankan ke akun barang dalam prosese dan tenaga kerja tidak langsung dibebankan ke akun biaya overhead pabrik. Akuntansi biaya overhead pabrik, pembebanan  biaya overhead pabrik pada pekerjaan atau produk dalam metode harga pokok pesanan tidak menggunakan biaya yang sesungguhnya tetapi dengan menggunakan suatu tarif biaya overhead yang ditentukan dimuka.


Metode Harga Pokok Proses


Metode harga pokok proses adalah metode yang digunakan untuk menentukan harga pokok atau biaya per unit dengan proses akumulasi biaya menurut pusat pertanggungjawaban seperti departemen atau pusat biaya. Tujuan metode harga pokok adalah menentukan harga pokok atau biaya per unit adalah membagi biaya pada suatu periode dengan jumlah unit produk yang dihasilkan pada periode tersebut. Karakteristik dari metode harga pokok proses yaitu biaya diakumulasi berdasarkan departemen atau pusat biaya, biaya per unit dihitung berdasarkan departemen atau pusat biaya, biaya produksi dibebankan kepada akun barang dalam proses dari masing-masing departemen, dan lainnya.


Arus produk dalam metode harga pokok proses yaitu dimulai dari awal proses yang masih berupa bahan baku sampai menjadi barang jadi yang siap untuk dijual, sehingga jumalah produk, biaya, dan proses produksi mengalir pada saat yang bersamaan. Dalam metode ini kegiatan proses produksi mengalir dari departemen. Berawal dari dari bahan baku pada departemen A, produk yang telah selesai dari departemen A dipindahkan ke departemen B untuk proses selanjutnya. Kemudian produk yang diterima oleh departemen B dari departemen A diolah lebih lanjut oleh departemen B, produk yang telah selesai dari departemen B selanjutnya dipindahkan ke departemen C. Produk yang diterimala oleh departemen C dari departemen B akan dioleh selanjutnya, departemen C adalah pusat pengolahan terkahir yang akan menghasilkan produk, yang merupakan barang jadi.


Biaya produksi yang dikeluarkan pada setiap departemen seperti bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik diakumulasi dalam akun barang dalam proses yang dibentuk untuk setiap departemen produksi yang bersangkutan.


Perbedaan Metode Harga Pokok Pesanan dengan Metode Harga Pokok Proses


Supaya lebih jelas mengenai metode harga pokok pesanan dan metode harga pokok proses, ada beberapa perbedaan dari kedua metode tersbut. Untuk lebih jelasnya perhatikan pejelasan berikut ini:
  • Biaya produksi yang dikumpulakan pada metode harga pokok pesanan berasal dari untuk setiap pesanan, sedangkan pada metode harga pokok proses biaya produksi yang dikumpulkan pada setiap bulan atau periode penentuan harga pokok produk.
  • Mengitung harga pokok per satuan produk dihitung pada mentode harga pokok pesanan dihitung ketika pesanan telah selesai diproduksi, sedangkan pada metode harga pokok proses dihitung pada akhir periode penentuan harga pokok produk.
  • Rumus untuk menghitung harga pokok per satuan pada metode harga pokok pesanan yaitu jumlah biaya produksi yang dikeluarkan untuk pesanan tertentu dibagi dengan jumlah satuan produk yang diproduksi dalam pesanan yang bersangkutan, sedangkan pada metode harga pokok proses yaitu jumlah biaya produksi yang dikeluarkan selama periode tertentu dibagi dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan selama periode yang bersangkutan.


Kesimpulan dari kedua metode tersebut adalah bertujuan untuk menentukan harga pokok produk, tetapi kedua metode tersebut mempunyai penekanan dan fokus yang berbeda dalam hal penekanan biaya.


Demikianlah sedikit penjelasan Mengenal Dua (2) Metode Akumulasi Biaya Dalam Akuntansi Biaya, semoga artikel ini bisa bermanfaat. Selanjutnya silahkan kalian buka halamanan lainnya untuk melihat materi akuntansi lainnya di akuntancilik.com