Metode Periodik dan Metode Perpetual Dalam Akuntansi

Metode Periodik dan Metode Perpetual Dalam Akuntansi – Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perusahaan dagang adalah perusahaan yang melakukan kegiatan operasional perusahaannya dengan melbeli barang dan menjual kembali barang tersebut tanpa merubah bentuk fisiknya. Barang yang dibeli akan disimpan sementara kemudian akan dijual kembali. Perusahaan dagang mempunyai beberapa karakteristik, yaitu membeli dan menjual barang serta menyimpan barang sementara dan tidak merubah bentuk fisik barang.


Yang membedakan perusahaan jasa dengan perusahaan dagang, pada perusahaan dagang mempunyai karakteristik dari transaksi yang dilakukannya, yaitu transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan, transaksi retur penjulan dan pembelian, dan transaksi potongan tunai pembelian dan penjualan. 


Pada perusahaan dagang, membeli barang akan menambah aset perusahaan berupa persediaan. Selama persediaan belum terjual atau masih disimpan maka persediaan barang dagangan masih berupa aset. Persediaan adalah sumber ekonomi yang akan memberikan manfaat dimasa yang akan datang. Nah, berarti perusahaan jasa tidak memiliki persediaan, perusahaan dagang hanya memiliki persediaan barang dagang. Berbeda dengan perusahaan manufaktur, perusahaan ini mempunyai 3 jenis persediaan, yaitu persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses, dan persediaan barang jadi. 


Untuk menentukan jumlah barang yang masih dimiliki oleh perusahaan, pada suatu saat dapat ditentukan dengan beberapa cara yaitu:
  • Stock opname adalah perhitungan barang pada awal dan akhir periode yang dihitung, cara ini merupakan ketentuan yang harus dilakukan oleh manajemen untuk menentukan jumlah persediaan akhir, sebagai salah satu persyaratan memperoleh unqualified opinion.
  • Menggunakan metode pencatatan perpetual.
  • Menggunakan metode gabungan antara metode pencatatan perpetual dengan stock opname.
  • Menggunakan metode penilaian berdasarkan hubungan agregatif, yaitu gross profit method dan realized inventory method.


Persediaan merupakan hal yang sangat penting dalam laporan keuangan, laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan atau neraca tidak akan dapat disusun tanpa mengetahui nilai persediaan. Jika terjadi kesalahan dalam pencatatan persediaan akan mengakibatkan kesalahan pada laporan laba rugi dan neraca. Nah, supaya tidak terjadi kesalahan dalam pencatatan persediaan barang dagangan harus diketahui dulu metode yang digunakan dalam pencatatan persediaan. Pencatatan persediaan barang dagangan pada umumnya ada dua, yaitu dengan menggunakan metode periodek/fisik dan metode perpetual.


Pada halaman ini akan dibahas mengenai metode pencatatan persediaan barang dagangan, supaya lebih jelas perhatikan pembahasan dari kedua metode tersebut berikut ini.


Metode Periodik dan Metode Perpetual


Metode Periodik

Pengertiaan metode periodik atau sering disebut dengan metode fisik adalah metode yang digunakan oleh perusahaan untuk mencatat barang yang relatif tidak mahal. Atas penjualan dan pembelian barang, perusahaan tidak mempunyai catatan secara rinci. Karena dengan menggunakan metode ini, pencatatan tidak menjadi begitu penting dalam pengelolaan dan pengawasan kegiatan perusahaan sehari-hari. Dengan metode ini perusahaan melakukan perhitungan atas barang yang ada secara fisik untuk menentukan nilai persediaan barang. Untuk dapat menyusun laporan keuangan maka diperlukan jumlah persediaan barang yang dihitung secara fisik tersebut.


Metode Perpetual

Pengertian metode perpetual adalah metode yang digunakan untuk mencatat transaksi yang memperjualbelikan barang yang relatif mahal. Dengan menggunakan metode ini, perusahaan mempunyai catatan secara rinci atas penjualan dan pembelian barang. Untuk mengetahui jumlah persedian barang dan harag pokok penjualan sangat mudah dengan menggunakan metode perpetual, untuk mengetahuinya cukup dengan melihat dari catatan. 


Karena perkembangan teknologi semakin berkembang, pengelolaan dan pengawasan terhadap persediaan semakin mudah. Dengan sistem komputerisasi, perusahaan mengetahui data yang akurat terhadap jumlah unit barang yang dijual dan dibeli, persediaan yang masih ada, dan harga pokok penjualan barang. Dengan perkembangan sistem komputeriasasi yang semakin meningkat, sistem pencatatan dengan metode periodik semakin berkurang. 


Demikianlah sedikit pembahasan tentang sitem pencatatan persediaan barang dagangan dengan menggunakan metode periodik dan metode perpetual. Semoga informasi yang ada dihalaman ini bisa bermanfaat dan bisa menambah referensi.