Pengertian Auditing Serta Pembahasannya Lengkap

Pengertian Auditing Serta Pembahasan Lengkap – Laporan keuangan adalah informasi akuntansi yang disusun oleh suatu perusahaan yang bertujuan untuk memerikan informasi keuangan perusahaan yang diperlukan oleh pihak intern atau pihak luar perusahaan. Informasi akuntansi yang disajikan harus dapat dipercaya oleh pengguna. Supaya informasi akuntansi yang dihasilkan dapat dipercaya oleh pengguna, maka laporan keuangan harus melalui proses pemeriksaan oleh pihak independen. Pemeriksaan laporan keuangan disebut dengan audit. Audit adalah salah satu dari bidang akuntansi. Untuk lebih jelasnya akan dibahas pada halaman ini.

Pengertian Auditing


Auditing adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan secara sistematis yang dilakukan oleh pihak independen terhadap laporan keuangan. Pihak independen yang dimakasud adalah akuntan publik. Akuntan publik harus independen artinya akuntan publik harus bekerja secara objektif, tidak memihak ke pihak manapun dan melaporkan apa adanya terhapap hasil pemeriksaaan.


Pemeriksaan yang dilakukan secara sistematis artinya akuntan publik harus merencanakan pemeriksaan sebelum pemeriksaan dimulai. Atau dengan membuat Audit Plan (Rencana Pemeriksaan). Audit plan adalah rencana yang disiapkan oleh auditor untuk proses pemeriksaan klien supaya auditor lebih fokus untuk bidang-bidang penting yang dikaji.


Akuntan publik dalam melakukan pemeriksaan berpedoman pada Standar Profesi Akuntan Publik, menaati kode etik IAI dan Aturan Etika Profesi Akuntan Publik.


Laporan yang diperiksa oleh akuntan publik yaitu, Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi Komprehensif, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas. Serta catatan-catatan pendukung lainnya seperti laporan kas, laporan penjualan, laporan pembelian, buku besar dan lain-lain.


Tahapan-tahapan Audit


Sebelum melakukan pemeriksaan, adapun beberapa tahapan saat melakukan audit, yaitu :
  • Kantor Akunan Publik dihubungi oleh calon klien yang membutuhkan jasa pemerikasaan atau audit.
  • Kantor Akuntan Publik membuat perjanjian dengan calon klien untuk membahas: (a) Alasan mengapa perusahaan melakukan pemerikasaan laporan keunagannya. (b) Membahas apakah perusahaan klien sudah pernah diaudit oleh perusahaan lain. (c) Mengetahui jenis usaha klien. (d) Akuntansi perusahaan apakah diproses secara manual atau dengan menggunakan computer. (e) Penyimpanan bukti-bukit pembukuan perusahaan klien apakah sudah berjalan rapi.  
  • Kantor Akuntan Publik mengajukan audit proposal kepada klien yang berisi, jenis jasa yang diberikan, biaya audit, waktu pemeriksaan dimulai, penyerahan laporan perusahaan klien kepada Kantor Akuntan Publik dan lian-lain.
  • Kantor Akuntan Publik melakukan pemeriksaan lapangan diperusahaan klien.



Jenis – jenis Audit


Dilihat dari luas pemeriksaannya audit dibedakan menjadi dua yaitu terdiri atas:

1. General Audit (Audit Umum)

General audit adalah pemeriksaan umum atas laporan keuangan secara keseluruhan yang dilakukan oleh kantor akuntan publik dengan tujuan untuk memberikan pendapat atas laporan keuangan keseleruhan.


2. Special Audit (Pemeriksaan Khusus)

Special audit adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh kantor akuntan publik secara terbatas (sesuai dengan permintaan klien). Diakhir pemeriksaan auditor tidak perlu memberikan pendapat secara keseluruhan terdap laporan keuangan yang diperiksa, melainkan hanya pada pos tertentu atau masalah tertentu yang diperiksa. Misalkan pemeriksaan terhadap piutang usaha saja.


Dari jenis pemeriksaanya, audit dapat dibedakan menjadi empat yaitu terdiri atas :


1. Management Audit atau Operasional Audit

Merupakan pemeriksaan terhadap kegiatan operasi perusahaan dan kebijakan akuntansi yang   manajemen perusahaan serta kebijakan opersional perusahaan. Tujuan dari audit ini adalah untuk mengetahui apakah kegiatan operasi perusahaan sudah dilakukan secara efektif dan efisien.



2. Compliance Audit atau Pemeriksaan Ketaatan

Suatu pemeriksaan terhadap peraturan-peraturan dan kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh intern perusahaan atau pihak eksternal. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui apakah perusahaan sudah mentaati peraturan dan kebijakan yang berlaku.


3. Internal Audit

Suatu pemeriksaan terhadap laporan keuangan, catatan akuntansi, ataupun kebijakan manajemen yang dilakukan oleh bagian internal audit perusahaan. Pemeriksaan yang dilakukan oleh internal audit tidak akan memberikan pendapat terhadap hasil auditnya. Pemeriksaan internal audit biasanya lebih rinci dibandingkan dengan audit eksternal


4. Komputer Audit

Pemeriksaan terhadap perusahaan yang memproses data akuntansinya dengan EDP yang diperksa oleh kantor akuntan publik. Tujuan audit ini adalah memberikan pendapat mengenai sistem akuntansi yang terkomputerisasi.


Demikianlah sedikit penjelasan mengenai Auditing serta pembahasannya lengkap, semoga penjelasan dihalaman ini bisa berguna dan menambah wawasan kita tentang audit. Supaya lebih jelas, pada halaman selanjutnya akan dibahas dari sub-sub yang sudah dijelaskan diatas. Maka dari itu, kunjungi terus blog akuntancilik.com sekian dan terima kasih…