10 Standar Auditing Yang Berlaku di Indonesia

10 Standar Auditing Yang Berlaku di Indonesia – Standar auditing adalah pedoman audit akuntan publik atas laporan keuangan dalam menjalankan tugas profesionalnya. Standar auditing berbeda dengan prosedur audit. Prosedur berkaitan dengan tindakan yang harus dilaksanakan, sedangkan standar berkaitan dengan kriteria atau ukuran mutu kinerja tindakan tersebut.  Standar auditing dirinci dalam bentuk Standar Perikatan Audit (SPA) dan terdiri atas sepuluh standar. Standar auditing merupakan ketentuan dan pedoman utama yang harus diikuti oleh Akuntan Publik dalam melaksanakan tugas audit atas laporan keuangan. Seluruh anggota  Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) wajib terhadap kepatuhan yang ada dalam standar auditing tersebut. Standar auditing dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu standar umum, standar pekerjaan lapangan, dan standar pelaporan.

Standar akan menjadi pedoman dan pegangan akuntan publik, sehingga kewajiban dan larangan akuntan publik dapat dipenuhi dengan baik. Standar auditing berhubungan dengan tujuan yang hendak dicapai dengan menggunakan prosedur yang ada dan berhubungan dengan kriteria atau ukuran mutu kinerja audit. Kesepuluh standar auditing tersebut saling berhubungan dan saling berkaitan satu dengan lainnya. Penerapan semua standar auditing tersebut dilandasi oleh materialitas dan risiko audit, terutama standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan.


Akuntancilik.com kali ini akan menjelaskan sedikit tentang materi auditing, yaitu mengenai pembahasan standar auditing. Supaya lebih jelas, perhatikan pembahasan berikut ini.


Standar Auditing


Institut Akuntan Publik Indonesia (2011: 150.1-150.2) telah mengesahkan dan menetapkan sepuluh standar auditing yang dikelompokan menjadi tiga kelompok besar. Standar auditing tersebut yaitu sebagai berikut:

a. Standar Umum
  1. Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor.
  2. Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor.
  3. Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan saksama.


b. Standar Pekerjaan Lapangan
  1. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya.
  2. Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan.
  3. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit.


c. Standar Pelaporan
  1. Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
  2. Laporan auditor harus menunjukan atau menyatakan, jika ada, ketidak konsistenan penerapan standar akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dnegan penerapan standar akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya.
  3. Pengungkapan informasi dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan audit.
  4. Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diebrikan. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasannya harus dinyatakan. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, maka laporan auditor harsu memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang dilaksanakan, jika ada, dan tingkat tanggung jawab yang di pikul oleh auditor.

Standar audit berfungsi sebagai pengendali secara preventif terhadap kecurangan, ketidakjujuran dan kelalaian. Standar audit juga dapat mendorong akuntan publik menggunakan kemahiran jabatannya, menjaga kerahasiaan informasi/data yang diperoleh,  melakukan pengendalian mutu, dan bersikap profesional.

Kesepuluh standar auditing tersebut menjadi pedoman oleh akuntan publik yang melaksakan tugas profesionalnya ketika melakukan pemeriksaan laporan keuangan. Jadi, jika kalian ingin menjadi auditor harus memahami 10 standar auditing tersebut supaya bisa menerapkannya dengan efisien. Itulah 10 standar auditing yang berlaku di Indonesia. Semoga pembahasan ini bisa bermanfaat dan bisa menambah referensi kamu. Sekian dan terima kasih…