Akuntansi Biaya Tenaga Kerja dan Contoh Jurnalnya

Akuntansi Biaya Tenaga Kerja dan Contoh Jurnalnya – Pada pembahasan sebelumnya telah dibahas tentang pengertian dari biaya tenaga kerja. Masih ingatkah kalian tentang pengertian biaya tenaga kerja? Oke… untuk mengingat kembali ada baiknya dijelaskan ulang tentang biaya tenaga kerja.

Pengertian biaya tenaga kerja adalah rupiah atau harga yang dibayarkan kepada sumber daya manusia atau tenaga kerja. Biaya tenaga kerja juga sering disebut dengan balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada seluruh karyawannya.


Akuntansi Biaya Tenaga Kerja


Bagaimana akuntansi biaya tenaga kerja? Apa saja elemen-elemen biaya tenaga kerja? Serta bagaimana akuntansi dari elemen-elemen biaya tenega kerja tersebut?

Gaji dan upah merupakan elemen besar atau yang paling dominan dari biaya tenaga kerja. Gaji adalah balas jasa berupa uang yang diberikan oleh pemilik usaha kepada karyawan atau pegawai. Gaji dilakuakn melalui pembayaran tetap setiap bulannya. 

Sedangkangkan upah adalah imbalan yang diberikan pemilik usaha atau pemberi kerja yang diberikan berdasarkan jumlah jam, mingguan, atau jumlah per unit dari pekerjaan kepada karyawan atau pegawai. Gaji biasanya tingkatannya lebih tinggi dari pada pembayaran-pembayaran kepada pekerja-pekerja upahan.

Selain gaji dan upah pokok, masih ada beberapa elemen-elemen lainnya yang merupakan biaya tenaga kerja, seperti:

  • Upah lembur dan premi lembur
  • Bonus atau insentif
  • Honor cuti
  • Biaya-biaya lainnya yang berhubungan dengan tenaga kerja


Akuntansi Gaji dan Upah Normal

Gaji dan upah telah dijelaskan pada sebelumnya. bagaimana akuntansi atas gaji dan upah normal?
biasanya akuntansi atas gaji dan upah normal dilakukan dalam beberapa tahap pencatatan, yaitu sebagai berikut:

1. Berdasarkan kartu hadir karyawan. Bagian pencatatan gaji dan upah akan membuat rekapitulasi gaji dan upah karyawan. Misalnya gaji dan upah yang dikelompokkan menjadi gaji dan upah karyawan pabriks serta gaji dan upah administrasi umum. bagian pencatatan akan membuat jurnal sebagai berikut:

(Dr) Barang dalam Prosess
(Dr) Biaya Overhead Pabrik 
(Dr) Biaya Administrasi & Umum
(Cr) Gaji dan Upah

2. Membuat bukti kas keluar dan cek untuk pengambilan uang dari bank atas dasar gaji dan upah yang telah tersebut. Maka jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut:

(Dr) Gaji dan Upah
(Cr) Utang PPh Karyawan
(Cr) Utang Gaji dan Upah

3. Pembayaran gaji kepada para karyawan atau pegawai. Maka jurnal yang dibuat sebagai berikut:

(Dr) Utang Gaji dan Upah
(Cr)  Kas

4. Penyetoran pajak penghasilan (PPh) karyawan ke Kas Negara. Maka jurnal yang dibuat sebagai berikut:

(Dr) Utang PPh Karyawan
(Cr) Kas


Akuntansi Upah Lembur dan Premi Lembur

Upah lembur adalah imbalan yang diberikan oleh pemberi kerja atau pemilik usaha kepada karyawan atau pegawai karena telah bekerja melebihi jam kerja normal yaitu 8 jam per hari atau 40 jam per minggu. sehubungan dengan kerja lembur, penghasilan para karyawan meliputi 2 elemen  biaya yaitu upah lembur dan premi lembur.

Diketahui:
Penghasilan normal adalah 1.500.000
Upah lembur adalah 500.000
Premi lembur adalah 100.000
Jumlah penghasilan bruto (1.500.000 + 500.000 + 100.000) adalah 2.100.000

Jika suatu jam kerja lembur diperlukan atas suatau pekerjaan tertentu maka premi lembur dapat dibebankan ke akun barang dalam proses. maka jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut:

(Dr) Barang dalam proses       2.100.000
(Cr) Gaji dan Upah                  2.100.000

Premi lembur dapat dibebankan  ke akun biaya overhead pabrik, jika suatu pekerjaan uang dilakukan dalam jam kerja normal tetapi suat saat waktu memerlukan jam kerja lembur dalam penyelesaian. Maka jurnal yang dibuat adalah..

(Dr) Barang dalam proses      2.000.000
(Dr) Biaya overhead pabrik       100.000
(Cr) Gaji dan upah                   2.100.000


Akuntansi Bonus atau Insentif

Bonus merupakan imbalan atau insentif yang diberikan oleh pemilik usaha yang diberikan kepada karyawan karena telah melakukan peninggkatan prudutivitas atas pekerjaannya. Bonus untuk karyawan produksi sebenarnya biaya yang secara langsung dihubungkan dengan produksi dan dibebankan ke akun barang dalam proses. Namun, dalam praktik biasanya bonus dibebankan ke dalam akun biaya overhead pabrik. bonus biasanya dibayarkan pada akhir tahun, tetapi jika dibebankan pada akun biaya overhead pabrik maka pembebanan bonus dilakukan secara bulanan.

Jika pembebanan bunus dilakukan secara bulanan, maka jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut:

(Dr) Biaya overhead pabrik
(Cr) Utang Bonus

Jika bonus dibayarkan pada akhir tahun, maka jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut:

(Dr) Utang bonus
(Cr) Kas


Akuntansi Honor Cuti

Setelah masa kerja tertentu biasanya karyawan suatu perusahaan akan menerima pembayaran honor cuti. Honor cuti bukan merupakan biaya tenaga kerja langsung dan tidak dibebankan ke akun barang dalam proses karena karyawan yang menerima honor cuti bukan karyawan yang produktif. Honor cuti dibebankan pada akun biaya overhead pabrik. 

Pencatatan pembebanan honor cuti adalah denganmembuat jurnal sebagai berikut:

(Dr) Barang dalam proses
(Dr) Biaya overhead pabrik
(Cr) Gaji dan upah
(Cr) Utang honor cuti

Jurnal apabila karyawan mengambil cuti adalah sebagai berikut:

(Dr) Utang honor cuti
(Cr) Kas


Sudah mengerti kah kalian setelah mempelajari akuntansi biaya tenaga kerja? semoga setelah mempelajari ini kalian bisa lebih paham dan mengerti bagaimana akuntansi biaya tenaga kerja. demikianlah sedikit penjelasan tentang Akuntansi Biaya Tenaga Kerja dan Contoh Jurnalnya. Semoga pembahasan ini bisa beramanfaat untuk kalian.