Bukti Audit (Audit Evidence)

Bukti Audit (Audit Evidence) – Selamat datang di blog akuntancilik.com, kali ini akan sedikit dijelaskan mengenai bukti audit (audit evidence). Apa itu bukti audit? Pengeertian bukti audit (audit evidence) adalah segala sesuatu yang menjadi pendukung atau informasi lainnya yang disajikan dalam laporan keuangan yang menjadi dasar dalam pemeriksaan akuntan publik.

Bukti audit diperlukan oleh auditor untuk menunjang pekerjaannya. Tanpa ada bukti, auditor tidak akan bisa memeriksa perusahaan klien. Auditor sebagai pihak yang independen mengevaluasi bukti audit sebagai dasar pemberian pendapat atas laporan keuangan. Dalam rangka pemberian pendapat atas kewajaran laporan keuangan, bukti audit mempunyai pengaruh yang sangat bervariasi atas kesimpulan yang ditarik oleh auditor independen.


Bukti audit pendukung laporan keuangan meliputi:
  • Jurnal
  • Buku besar
  • Buku pembantu
  • Work sheet
  • Spread sheet
  • Data akuntansi lainnya

Selain itu, ada bukti audit lainnya yyang sangat berperan penting oleh auditor sebagai penguat dalam pemberian pendapata atas kewajaran laporan keuangan. Bukti audit penguat tersebut meliputi:
  • Cek
  • Faktur
  • Notulen rapat
  • Surat kontrak
  • Catatan elektronik
  • Pengamatan
  • Pemeriksaan fisik
  • Informasi dari permintaan keterangan
  • Informasi lainnya yang mendung dalam penarikan kesimpulan


Standar pekerjaan lapangan IAPI (2011: 326.1) mengatakan bahwa “Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar yang memadai untukmenyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan”.

Ada 6 (enam) tipe bukti audit menurut Konrath (2002: 114 & 115), yaitu:


1. Physical Evidence
Segala sesuatu yang bisa dihitung, dipelihara, diobservasi atau diinspeksi, dan terutama berguna untuk mendukung tujuan eksistensi atau keberadaan. 
Contohnya: bukti-bukti fisik yang diperoleh dari kas opname, observasi dari perhitungan fisik persediaan, pemeriksaan fisik surat berharga dan inventarisasi aset tetap.


2. Confirmasition Evidence
Bukti yang diperoleh mengenai eksistensi, kepemilikan atau penilaian, langsung dari pihak ketiga diluar klien.
Contohnya: jawaban konfirmasi piutang, utang, barang konsinyasi, surat berharaga yang disimpan biro administrasi efek dan konfirmasi dari penasihat hokum klien.


3. Documentary Evidence
Terdiri atas catatan-catatan akuntansi dan seluruh dokumen pendukung transaksi.
Contohnya: faktur pembelian, copy faktur penjulan, journal voucher, general ledger, dan sub ledger


4. Mathematical Evidence
Perhitungan kembali dan rekonsiliasi yang dilakukan auditor. Misalnya footing, cross footing dan extention dari rincian persediaan, perhitungan dan alokasi beban penyusutan, perhitungan beban bunga, laba/rugi penarikan aset tetap, PPh dan accruals. Untuk rekonsiliasi misalnya pemeriksaan rekonsiliasi  bank, rekonsiliasi saldo piutang usaha dan utang menurut buku besar dan sub buku besar, rekonsiliasi intercompany accounts dan lain-lain.


5. Analytical Evidence
Bukti yang diperoleh melalui penelaahan analitis terhadap informasi keuangan klien. Penelaahan analisis ini harus dilakukan pada waktu pembuatan perencanaan audit, sebelum melakukan substantive test dan ada akhir pekerjaan lapangan (audit field work). Prosedur analitis bisa dilakukan dalam bentuk:
  • Trend (horizontal) Analysis
  • Common Size (Vertical) Analysis
  • Ratio Analysis


6. Hearsay (oral) Evidence
Bukti dalam bentuk jawaban lisan klien atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan auditor.
Misalnya: pertanyaan-pertanyaan auditor mengenai pengendalian intern, ada tidaknya contigent liabilities, persediaan yang bergerak lambat atau rusak, kejadian penting sesudah tanggal neraca dan lain-lain.


Akuntan publik harus melakukan compliance test untuk membuktikan efektif tidaknya pengendalian intern di suatu perusahaan dan melakukan substantive test dan analytical review untuk membuktikan kewajaran saldo-saldo perkiraan neraca dan laba rugi. Nah, itulah sedikit penjelasan tentan bukti pemeriksaan. Semoga penjelasan ini bisa bermanfaat serta bisa menambah referensi. Terima kasih telah berkunjung ke blog akuntancilik.com yang sederhana ini.