Penentuan Harga Pokok Atas Produk Bersama Dan Produk Sampingan Dalam Akuntansi Biaya

Penentuan Harga Pokok Atas Produk Bersama Dan Produk Sampingan – Pada perusahaan yang menghasilkan dua produk atau lebih secara simultan ketika menentukan harga pokok merupakan hal yang cukup rumit. Biaya tenaga kerja langsung dan overhead pabrik akan terjadi dan dibebankan selama periode menjelang waktu atau titik pisah ketika bahan baku dimasukan dalam proses produksi. Dalam proses tersebut biasanya akan dihasilakan dua kelompok produk, yaitu produk bersama dan produk sampingan.

Pengertian Produk Bersama dan Produk Sampingan


Pengertian produk bersama adalah dua produk atau lebih yang dihasilkan melalui suatu proses tertentu dan setiap masing-masing produk mempunyai nilai penjualan yang relatif besar. Produk ini biasanya disebut dengan produk utama.

Pengertian produk sampingan adalah produk-produk yang dihasilkan melalui suatu preoses tertentu dan masing-masing produk yang dihasilkan mempunyai nilai penjualan yang relatif kecil dibandingkan dengan produk-produk utama.

Biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk bersama dan produk sampingan tersebut disebut dengan biaya bersama. 

Dari pengertian tersebut dapat diketahui perbedaan utama dari produk bersama dan produk sampingan, perbedaan teresebut terletak pada nilai penjualannya. 


Karakteristik


Supaya lebih jelas membedakan antara produk bersama dengan produk sampingan akan disajikan beberapa karakteristik dari produk tersebut. Perhatikan karakteristik berikut ini:

Karakteristik Produk Bersama
  1. Produk utama yang dihasilkan dengan sengaja sesuai dengan tujuan produksi
  2. Nilai penjulan relatif besar dan relatif sama dengan produk utama lainnya
  3. Diproduksi dalam dalam jumlah unit yang besar
  4. Memerlukan pengolahan lebih lanjut
  5. Salah satu produk tidak dapat dihasilkan tanpa memproduksi produk yang lain


Karakteristik Produk Sampingan
  1. Diproduksi bersama dengan produk utama
  2. Nilai penjulan relatif kecil
  3. Diproduksi dalam jumlah unit yang sedikit
  4. Kadang memerlukan pengolahan lebih lanjut
  5. Tidak dapat dihasilkan jika tidak memproduksi produk utama


Akuntansi Produk Bersama dan Produk Sampingan


Akuntansi digunakan pada produk bersama dan produk sampingan adalah untuk menentukan harga pokok dan metode-metode yang digunakan. Bagaimanakah akuntansi produk bersama dan produk sampingan?

Akuntansi untuk Produk Bersama

Masalah utama akuntansi produk utama adalah untuk menentukan harga pokok atas elemen-elemen produk bersama. Tujuan penentuan harga pokok adalah untuk menentukan jumlah atau nilai persediaan yang akan disajikan dalam neraca. 

Diperlukan metode-metode untuk mengalokasikan biaya-biaya pada produk bersama, metode ini untuk mengaloksikan biaya-biaya berdasarkan suatu basis yang layak. Metode yang digunakan untuk mengalokasikan biaya-biaya produksi bersama ada 4  metode, yaitu metode nilai pasar, metide unit fisik, metode biaya perunit rata-rata biasa, dan metode biaya per unit rata-rata tertimbang.

1. Metode Nilai Pasar
Metode nilai pasar atau nilai jula merupakan metode yang paling banyak digunakan dalam mengalokasikan biaya bersama kepada berbagai jenis produk yang dihasilkan karena terdapat hubungan erat antara biaya dan harga jual. Nilai jual yang duharapkan tergantung dari masing-masing jenis produk yang menyerap biaya bersama. 

Berdasarkan dari kondisi produk bersama, terdapat dua variasi dalam penerapan metode ini. Variasi tersebut antara lain:

  • Harga atau nilai pasar produk pada waktu titik pisah diketahui

Rumus yang digunakan untuk mengalokasikan bisaya bersama kepada setiap produk yang dihasilkan jika nilai pasar waktu titik pisah diketahui, yaitu:

Alokasi biaya bersama untuk masing-masing produk = (jumlah biaya bersama / Jumlah nilai pasar dari semua produk) X jumlah nilai pasar dari masing-masing produk

  • Harga atau nilai pasar produk pada waktu titik pisah tidak diketahui

Jika titik pisah tidak diketahui maka rumus yang digunakan untuk mengalokasikan biaya bersama, yaitu:

Alokasi biaya bersama untuk masing-masing produk = (jumlah biaya bersama/jumlah nilai pasar hipotesis) X jumlah nilai pasar hipotesis dari masing-masing produk

Pengertian titik pisah merupakan suatu titik atau waktu yang dapat digunakan untuk menentukan harga atau nilai pasar, ketika produk bersama dan produk sampingan dapat diidentifikasi.

2. Metode Unit Fisik
Metode unit fisik merupakan metode yang menggunakan ukuran unit atau fisik (berat, volume, dan ukuran lainnya) sebagai basis dalam mengalokasikan biaya bersama kepada masing-masing produk. Kelemahan dari metode ini adalah metode ini tidak memperdulikan fakta bahwa tidak semua biaya secara langsung berhubungan dengan kuantitas atau jumlah unit fisik.

Rumus yang digunakan untuk mengalokasikan biaya bersama, yaitu:

Alokasi biaya bersama untuk masing-masing produk = (jumlah unit setiap produk/jumlah jumlah unit dari seluruh produk) X biaya bersama

3. Metode Biaya Per Unit Rata-rata Biasa
Metode biaya per unit rata-rata biasa dapat digunakan apabila semua jenis produk dinyatakan sama dalam unit fisik, sama halnya dengan metode unit fisik.

Rumus untuk menghitung biaya per unit dengan metode rata-rata biasa, yaitu:

Biaya per Unit = Total biaya bersama / Total unit produksi

Sedangkan untuk alokasi biaya bersama kepada setiap barang menggunakan rumus, yaitu: 

Alokasi dari biaya bersama = Biaya per unit X Jumlah unit dari setiap produk

Metode biaya per unit rata-rata biasa mempunyai 2 asumsi, yaitu:
  1. Seluruh produk yang dihasilkan adalah homogen dan menimbulkan biaya yang sama
  2. Apabila produk dihasilkan melalui proses yang sama, seharusnya dibebankan dengan suatu bagian yang sebanding terhadap biaya bersama dan jumlah yang dihasilkan.

Kelemahan dari metode ini adalah berbagai produk bersama dari berbagai industri tidak homegen, jadi metode ini tidak memuaskan.

4. Biaya per Unit Rata-rata Tertimbang
Metode ini berbeda dengan metode biaya per unit rata-rata biasa. Pada metode ini, setiap produk bersama diberikan bobot berdasarkan kesukaran dalam memproduksi, jumlah bahan yang dipakai, waktu yang dihabiskan, perbedaan dalam tenaga kerja, dan ukuran fisik.

Menghitung biaya per unit dengan metode ini menggunakan rumus sebagai berikut:

Biaya per unit tertimbang = Total biaya bersama / Total unit produksi

Sedangkan untuk mengalokasikan biaya bersama kepada setiap produk menggunakan rumus sebagai berikut:

Alokasi dari biaya bersama = Biaya per unit tertimbang X Jumlah unit tertimbang dari setiap produk

Akuntansi Untuk Produk Sampingan

Akuntansi untuk produk sampingan ini dibedakan menjadi dua kelompok. Nah supaya lebih jelasnya bisa perhatikan penjelasan berikut ini.

Kelompok 1
Pada kelompok 1 ini, produk sampingan dipandang sebagai bagian yang tidak penting, jadi tidak ada biaya produksi bersama yang dialokasikan kepada produk tersebut.

Dalam asumsi ini, ada 2 metode yang dapat digunakan, yaitu:
  1. Pendapatan dari penjualan produk sampinga disajikan dalam dalam Laporan Laba Rugi sebagai pendapatan penjualan, pendapatan lain-lain, pengurangan terhadap harga pokok penjualan dari produk utama, dan pengurangan terhadap jumlah biaya produksi dari produk utama.
  2. Pada metode ini, pendapatan dari penjualan produk sampingan juga disajikan dai dalam Laporan Laba Rugi, tetapipendapatan penjualan dari produk sampingan disajikan setelah dikurangi dengan beban pemasaran dan administrasi dan biaya-biaya yang dikeluarka selam mengolah produk sampingan.


Kelompok 2
Pada kelompok dua ini diasumsikan bahwa sebagian dari biaya bersama dialokasikan kepada produk sampingan.

Ada dua metode yang digunakan pada kelompok 2 ini, yaitu:

Metode nilai ganti Dalam metode ini menyebutkan bahwa produk sampingan dinilai dengan nilai ganti atau harga pasar yang berlaku untuk produk tersebut.

Metode nilai pasar Dalam metode ini, biaya produk sampingan dapat ditaksir dengan cara menghitung mundur dari nilai pasar ke biaya.


Demikianlah sedikit penjelasan tentang penentuan harga pokok atas produk bersama dan produk sampingan. Semoga setelah membaca penjelasan ini kalian mengerti tentang produk bersama dan produk sampingan serta mengerti dengan akuntansi yang digunakan dalam menentukan harga pokok dan metode-metode yang digunakan untuk produk bersama dan produk sampingan.