Pengertian Biaya Tenaga Kerja dan Karakteristik Biaya Tenaga Kerja

Pengertian Biaya Tenaga Kerja dan Karakteristik Biaya Tenaga Kerja – Biaya tenaga kerja adalah salah satu bagian dari tiga elemen biaya pada perusahan manufaktur. Biaya ini sangat berpengaruh dalam sutau proses produksi. Dalam proses produksi, biaya tenaga kerja sangat diperlukan untuk mengubah bahan mentah menjadi barang jadi. Sehubungan dengan penggunaan sumber daya manusia dalan suatu proses produksi maka timbullah biaya tenga kerja. 


Pengertian Biaya Tenaga Kerja

Sebelum membahas pengertian biaya tenaga kerja, ada baiknya mengetahui apa itu tenaga kerja. Apakah tenaga kerja itu? 

Pengertian tenaga kerja menurut UU No. 13 tahun 2003 Bab I pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.

Setelah mngetahui apa itu tenaga kerja, selanjutnya apakah biaya tenaga kerja itu?

Pengertian biaya tenaga kerja adalah rupiah atau harga yang dibayarkan kepada sumber daya manusia atau tenaga kerja. Biaya tenaga kerja juga sering disebut dengan balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada seluruh karyawannya.


Karakteristik Biaya Tenaga Kerja

Setelah mengetahui pengertian dar biaya tenaga kerja, supaya lebih mudah dalam mengaturnya biaya tenaga kerja dapat dikelompokkan menjadi 2 elemen utama, yaitu biaya tenaga kerja langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung.

  1. Biaya tenaga kerja langsung. Pengetian biaya tenaga kerja langsung adalah biaya tenaga kerja yang terlibat langsung dan dapat diidentifikasi dalam proses produksi pada perusahaan. Biaya ini langsung dibebankan kepada elemen-elemen dari barang jadi atau produk-produk yang dihasilkan. 
  2. Biaya tenaga kerja tidak langsung. Pengertian biaya tenaga kerja tidak langsung adalah seluruh biaya tenaga kerja yang secara tidak langsung terlibat dalam proses produksi. Biaya ini tidak dapat diidentifikasi kepada proses produksi tertentu.


Penggolongan Kegiatan dan Biaya Tenaga Kerja

Kegiatan tenaga kerja pada perusahaan manufaktur dapat digolongkan menjadi 4, yaitu Penggolongan menurut fungsi pokok dalam organisasi perusahaan, Penggolongan menurut kegiatan departemen-departemen dalam perusahaan, Penggolongan menurut jenis pekerjaannya, dan Penggolongan menurut hubungannya dengan produk.

1. Penggolongan menurut fungsi pokok dalam organisasi perusahaan
Menurut fungsi pokok dalam organisasi perusahaan dapat dibagi menjadi 3, yaitu produksi, pemasaran, dan administrasi. Tujuan dari pembagian fungsi ini adalah untuk membedakan biaya tenaga kerja yang merupakan unsur harga pokok produk dari biaya tenaga kerja nonpabrik, yang bukan merupakan unsur harga pokok produksi, melainkan merupakan unsur biaya tenaga usaha. 

Biaya tenaga kerja menurut fungsi pokok dalam organisasi perusahaan dapat dibedakan menjadi 3, yaitu biaya tenaga kerja produksi, biaya tenaga kerja pemasaran, dan biaya tenaga kerja administrasi dan umum.

  1. Biaya tenaga kerja produksi, contohnya: Gaji karyawan pabrik, Biaya kesejahteraan karyawan pabrik, Upah lembur karyawan pabrik, Upah mandor pabrik, dan Gaji manajer pabrik.
  2. Biaya tenaga kerja pemasaran, contohnya: Upah karyawan pemasaran, Biaya kesejahteraan karyawan pemasaran, Biaya komisi pramuniaga, dan Gaji manajer pemasaran.
  3. Biaya tenaga kerja administrasi dan umum, contohnya: Gaji karyawan Bagian Akuntansi dan Gaji karyawan Bagian Personalia.

2. Penggolongan menurut kegiatan departemen-departemen dalam perusahaan
Pada perusahaan manufaktur biasanya terdiri atas beberapa departemen, tergantung dari jenis usaha perusahaan manufaktur tersebut. Tenaga kerja dalam departemen-departemen tersebut digolongkan sesuai dengan bagian-bagian yang dibentuk dalam perusahaan tersebut. Sedangkan biaya tenaga kerja juga digoleongkan sesuai dengan departemen-departemen yang telah dibentuk. Misalnya tenaga kerja dibagian non produksi,  biaya tenaga kerja di departemen-departemen non produksi dapat digolongkan menjadi Biaya Tenaga Kerja Bagian Akuntansi, Biaya Tenaga Kerja Bagian Personalia, dan lain sebagainya.

3. Penggolongan menurut jenis pekerjaannya
Penggolongan tenaga kerja menurut jenisnya pekerjaannya misalnya dalam suatu departemen produksi, tenaga kerja digolongkan sebagai berikut: 
  • Operator 
  • Mandor
  • Penyelia

Biaya tenaga kerja menurut jenis pekerjaanya digolongkan sebagai berikut: 
  • Upah operator
  • Upah mandor
  • Upah penyelia


4. Penggolongan menurut hubungan dengan produk
Menurut hubungan dengan produk, tenaga kerja dapat digolongkan menjadi 2 yaitu Tenaga Kerja Langsung dan Tenaga Kerja Tidak Langsung. 

Biaya tenaga kerja langsung dapat diidentifikasi secara langsung dalam proses produksi. Biaya tenaga kerja tidak langsung tidak secara langsung dapat diusut.


Alasan Pemisahan Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung

Pemisahaan antara biaya tenaga kerja langsung dengan biaya tenaga kerja tidak langsung sangatlah penting. Ada beberapa alasan kenapa kedua biaya tersebut harus dipisahkan dalam kegiatan produksi. Alasan tersebut antara lain:
  • Supaya menghasilkan informasi biaya terhadap produk lebih tepat dan dapat digunakan untuk pengendalian biaya tenaga kerja.
  • Supaya lebih efisiensi dalam pengukuran biaya tenaga kerja langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung terhadap unit yang diproduksi.
  • Supaya mempermudah dalam pengalokasian biaya overhead pabrik.


Berdasarkan alasan-alasan tersebut, pemisahaan antara kedua biaya tersebut sangat penting atas biaya tenaga kerja. Pemisahan antara keuda biaya tersebut sangat sulit dilakukan dan memerlukan suatu pertimbangan.


Cukup sampai disini pada penjelasan kali ini. Itulah Pengertian Biaya Tenaga Kerja dan Karakteristik Biaya Tenaga Kerja. Semoga penjelasan ini bisa bermanfaat dan bisa menambah referensi kalian. Pada halaman berikutnya akan dijelaskan tentang bagaimana akuntansi biaya tenaga kerja.