Cara Memilih Sampel Dalam Melaksanakan Audit Laporan Keuangan

Cara Memilih Sampel Dalam Melaksanakan Audit Laporan Keuangan – Setelah bukti audit terkumpul ketika melaksanakan audit laporan keungan. Kegiatan selanjutnya yang dilakukan auditor adalah memeriksa bukti audit yang telah terkumpul yang meliputi seluruh transaksi yang terjadi pada perusahaan klien.

Ketika melakukan pemeriksaan, auditor biasanya tidak memeriksa keseluruhan transaksi dan bukti-bukti audit tersebut. Jika transaksi dan bukti-bukti audit tersbut diperiksa secara keseluruhan maka akan memakan waktu yang lama dan biaya yang sangat besar.

“jadi bagaimana cara akuntan publik dalam melakukan pemeriksaan transaksi dan bukti-bukti yang terdapat dalam perusahaan?”

Cara yang dilakukan oleh akuntan publik (auditor) dalam melakukan pemeriksaan transaksi dan bukti-bukti supaya tidak memerlukan waktu yang lama dan biaya yang besar adalah dengan cara sampel (sampling) atas transaksi dan bukti-bukti audit. Dari keseluruhan bukti dan transaksi diambil beberapa sampel untuk di tes, dari hasil tes sampel tersebut akan diambil kesimpulan mengenai bukti dan transaksi secara keseluruhan.

Bicara mengenai sampel atau sampling, kita belum tau apa pengertian dari sampel atau sampling dalam audit. Supaya lebih mudah dalam memahami ada baiknya kita ketahui dulu pengertian dari sampel (sampling audit).

Pengertian Sampel Dalam Auditing

Secara umum pengertian sampel adalah bagian dari sesuatu yang ingin diteliti dan mewakili dari sesuatu yang ingin diteliti tersebut yang hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang diteliti.

Sampling audit adalah penerapan prosedur audit terhadap unsur-unsur suatu saldo akun atau kelompok transaksi yang kurang dari seratus persen dengan tujuan untuk menilai beberapa karakteristik saldo akun atau kelompok transaksi tersebut (PSA No. 26).

Cara Mililih Sampel Dalam Audit

Dalam pemilihan sampel audit, akuntan publik harus menggunakan pertimbangan profesional dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian sampel. Jika cara pemilihan sampel audit dilaksanakan dengan benar maka akan menghasilkan bukti audit yang cukup.

Berikut adalah beberapa cara yang sering digunakan oleh akuntan publik dalam pemilihan sampel audit, yaitu:

  • Random atau Judgement Sampling. Random artinya pemilihan sampel dengan cara acak dengan menggunakan pertimbangan auditor.
  • Block Sampling. Block sampling artinya pemilihan sampel berdasarkan transaksi dibulan-bulan atau waktu-waktu tertentu.
  • Statistical Sampling. Statistical sampling artinya pemilihan sampel yang dilakukan oleh auditor secara ilmiah. Cara pemilihan sampel ini biasanya dilakukan oleh auditor diperusahaan yang sangat besar dan mempunyai internal control yang baik. Cara ini sangat sulit tetapi sampel yang dipilih betul-betul sangat mewakili dari keseluruhan bukti audit.


Keberhasilan dalam pemilihan sampel tergantung dari pertimbangan auditor dan pengalaman auditor. Semakin banyak pengalaman auditor maka semakin baik hasilnya, sehingga sampel yang dipilih bisa mewakili keseluruhan bukti audit.

Pemilihan sampel dalam audit tidak bisa dilakukan seenaknya, karena sampel yang dipilih harus mewakili dari keseluruhan bukti audit. Tepat atau tidaknya dalam pemilihan sampel akan mempengaruhi kesimpulan yang ditarik.

Demikianlah Cara Memilih Sampel Dalam Melaksanakan Audit Laporan Keuangan. Semoga cara pemilihan sampel dalam audit yang dijelaskan diatas bisa bermanfaat untuk kalian. Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke blog akuntansi yang menyediakan pelajaran akuntansi.