Pengertian Compliance Test Dan Subtantive Test Serta Pembahasannya

Pengertian Compliance Test Dan Subtantive Test Serta Pembahasannya – Setelah bukti audit terkumpul, akuntan publik akan melakukan beberapa tes terhadap bukti-bukti tersebut. Tes yang dimaksud adalah Compliance test dan substantive test.

Apakah itu compliance test dan substantive test?


Pengertian Compliance Test Dan Subtantive Test

Pengertian Compliance Test (tes ketaatan) adalah tes yang dilakukan terhadap bukti-bukti transaksi perusahaan untuk mengetahui apakah setiap transaksi yang telah terjadi sudah dicatat sesuai dengan sistem dan prosedur yang telah ditetapkan oleh manajemen perusahaan.

Compliance test atau tes ketaatan dilakukan untuk membuktikan efektif atau tidaknya pengendalian intern suatu perusahaan.

Beberapa transaksi yang biasanya memerlukan compliance test, yaitu:

  1. Penjualan, jenis compliance testnya adalah sales tets (tes penjualan), dan bukti yang digunakan adalah faktur penjualan.
  2. Penerimaan Kas, jenis compliance testnya adalah tes penerimaan kas dan bukti yang digunakan adalah kwitansi.
  3. Pengeluaran Kas jenis compliance testnya adalah tes pengeluaran kas, dan bukti yang digunakan adalah nomor check atau giro.
  4. Pembelian, jenis compliance testnya adalah tes pembelian, dan bukti yang digunakan adalah faktur order pemelian.
  5. Pembayaran Gaji dan Upah, jenis compliance testnya adalah tes pembayaran, dan bukti yang digunakan adalah daftar gaji.
  6. Jurnal Penyesuaian, jenis compliance testnya adalah Journal voucher test, dan bukti yang digunakan adalah jurnal voucher.


Hal-hal yang harus diperhatikan oleh auditor ketika melaksanakan compliance test, yaitu:

  • Kelengkapn atas bukti pendukung
  • Kebenaran perhitangan matematisnya yang meliputi footing, croos footing, dan extension
  • Otoritas dari pejabat yang berwenang
  • Kebenaran nomor perkiraan yang didebit atau kredit
  • Kebenaran posting ke buku besar dan sub buku besar


Pengertian Subtantive Test adalah tes yang digunakan untuk membuktikan kewajaran saldo-saldo perkiraan Neraca dan Laba Rugi.

Beberapa prosedur yang harus dilakukan ketika auditor melakukan pemeriksaan substantive test, yaitu:

  • Inventarisasi aset tetap
  • Observasi atas stock opname
  • Konfirmasi piutang, utang, dan bank
  • Subsequent collection dan subsequent payment
  • Kas opname
  • Pemeriksaan rekonsiliasi bank
  • Dan lain-lainnya


Compliance test dan substantive test dilaksanakan oleh auditor untuk menguji bukti-bukti audit yang telah terkumpul.

Itulah Pengertian Compliance Test Dan Subtantive Test Serta Pembahasannya semoga bisa bermanfaat dalam belajar akuntansi. Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke blog yang sederhana ini yang menyediakan materi akuntansi. Sekian dan terima kasih…