Perbedaan Sistem Perpetual dengan Sistem Periodik Serta Contoh Jurnalnya

Perbedaan Sistem Perpetual dengan Sistem Periodik Serta Contoh Jurnalnya – Sistem akuntansi perpetual dan periodik tidak terlepas dari persediaan. Mengapa persediaan? Karena kedua sistem pencatatan tersebut adalah sistem pencatan persediaan. Dalam pencatatan pesediaan dalam akuntansi terdapat dua sistem pencatatan, yaitu pencatatan dengan sistem perpetual dan periodik.

Sistem pencatatan perpetual dan periodik dalam perusahaan sangat menentukan bagaimana pencatatan akuntansi persediaan. Sistem akuntansi persediaan diterapkan dalam suatu perusahaan untuk mengelola persediaan supaya lebih efektif dalam pengawasnnya.

Perbedaan Sistem Periodik Dengan Perpetual

Sistem Perpetual

Ketika melakuakan transaksi, yaitu pembelian persediaan. Maka dicatat dengan mendebet akun persediaan dan mengkredit akun kas/utang. Harga Pokok Penjualan langsung dicatat pada saat transaksi penjualan yaitu dengan mendebit Harga Pokok Penjualan dan mencatat akun Persediaan di kredit.

Dalam menentukan nilai saldo akhir, jika memakai sistem perpetual tidak perlu melakukan penghitungan fisik atau stock opname, karena nilai persediaan sudah langsung dicatat pada saat perjurnalan.

Sitem Periodik

Dalam akuntansi persediaan periodik, ketika melakukan pembelian persediaan maka persediaan yang dibeli dicatat dengan mendebit pembelian dan mengkredit kas/utang.

Ketika penentuan nilai saldo akhir, nilai saldo akhir dihitung dengan menghitung nilai fisik persediaan atau stock opname kemudian nilai fisik persediaan dikalian dengan Harga Pokok Penjualan satuan barang.

Contoh Jurnal Sistem Perpetual dan Sistem Periodik

PT. ABCD mempunyai persediaan barang dagangan sebanyak 20 unit harga per unit Rp 500 (Rp 10.000), kemudian membeli barang dagangan 30 unit dengan harga per unit Rp 500 (Rp 15.000). Kemudian menjual barang dagangannya sebanyak 10 unit harga per unit Rp 1.000 (Rp 10.000).

Sitem Perpetual

Pencatatan ketika terjadi pembelian persediaan

(Dr) Persediaan Rp15.000
(Cr) Kas/Utang Rp15.000

Pencatatn ketika terjadi penjualan

(Dr) Kas/Piutang Rp10.000
(Cr) Penjualan Rp10.000
(Dr) Harga Pokok Penjualan Rp5.000
(Cr) Persediaan Rp5.000

Pencatatan ketika terjadi retur pembelian

(Dr) Utang Rp2.000
(Cr) Persediaan Rp2.000

Penacatatn jika terjadi retur penjualan

(Dr) Retur Penjualan Rp3.000
(Cr) Piutang Rp3.000
(Dr) Persediaan Rp1.500
(Cr) Harga Pokok Penjualan Rp1.500

Sistem Periodik

Pencatatan ketika terjadi pembelian persediaan

(Dr) Pembelian Rp15.000
(Cr) Utang Rp15.000

Pencatatan ketika terjadi penjualan

(Dr) Piutang Rp10.000
(Cr) Penjualan Rp10.000

Pencatatan jika terjadi retur pembelian

(Dr) Utang Rp2.000
(Cr) Retur Pembelian Rp2.000

Pencatatn jika terjadi retur penjualan

(Dr) Retur Penjualan Rp3.000
(Cr) Piutang Dagang Rp3.000

Dalam sistem periodik, diakhir periode memerlukan penyesuaian. Maka jurnal penyesuaian yang harus dibuat adalah:

(Dr) Persediaan Rp10.000
(Dr) Harga Pokok Penjualan Rp5.000
(Cr) Pembelian Rp15.000


Penggunaan sistem periodik atau sistem perpetual tergantung dari kondisi suatu perusahaan, tergantung dari kebijakan yang ditetapkan oleh manajemen perusahaan. Demikianlah sedikit pembahasan tentang Perbedaan Sistem Perpetual dengan Sistem Periodik Serta Contoh Jurnalnya. Semoga apa yang ada pada halaman ini bisa membantu dan bisa menmabah wawasan dalam belajar akuntansi.