Prosedur Audit Kas Dan Setara Kas

Prosedur Audit Kas Dan Setara Kas – Ketika melakukan pemeriksaan kas dan setara kas, akuntan publik harus menerapkan prosedur dalam pemeriksaanya. Yang menjadi pertanyaan “kenapa mesti menerapkan prosedur? Kenapa tidak langsung dicocokan dengan laporan keuangan saja?”. Nah, supaya tidak bingung pada halaman ini akan dijelaskan prosedur audit kas dan setara kas.

Penerapan prosedur dalam pemeriksaan laporan keuangan adalah untuk mendapatkan atau mengevaluasi bukti audit supaya dalam memeriksa laporan keuangan tidak melakukan penyimpangan dan akuntan publik (auditor) dapat bekerja secara efisien dan efektif. Bagitupun dengan pemeriksaan kas dan setara kas, prosedur dalam pemeriksaan kas dan setara kas diterapkan oleh akuntan publik supaya akuntan publik dalam bekerja bisa lebih efektif dan efisien dan supaya tidak terjadi pernyimpangan dalam mengevaluasi bukti audit, khususnya akun kas dan setara kas.

Prosedur Audit Kas dan Setara Kas

Berikut adalah beberapa prosedur atau langkah-langkah dalam melakukan pemeriksaan kas dan setara kas.

1. Memahami dan mengevaluasi internal control atas kas dan setara kas serta transaksi yang berkaitan dengan kas, yaitu penerimaan dan pengeluaran kas dan bank.

Kas merupakan harta perusahaan yang paling liquid, semua transaksi di dalam perusahaan berkaitan dengan kas. Setelah mengevaluasi internal control atas kas dan setara kas serta transaksi yang berkaitan dengan kas, yaitu penerimaan dan pengeluaran kas dan bank dapat disimplkan apakan interal control sudah berjalan secara efektif atau tidak.

Cara yang dapat dilakukan untuk memahami internal control perusahaan adalah dengan melakukan tanya jawab dengan klien dengan menggunakan Internal Control Quistionnaires (ICQ). Selanjunya hasil dai tanya jawab mengugunakan ICQ tersebut bisa digambarkan dalam bentuk Flowchart atau bisa juga dibuat dalam bentuk Narrative (cerita). Hasil dari ICQ, Flowchart, dan Narrative dapat disimpulkan apakah internal control kas dan setara kas baik, sedang, atau lemah.


2. Membuat Top Schedule kas dan setara kas per tanggal neraca.

Top Schedule merupakan kertas kerja yang digunakan untuk meringkas informasi yang dicatat dalam daftar pendukung untuk rekening-rekening yang berhubungan. Top schedule akan memperlihatkan saldo per book, audit adjustment, saldo per audit dan saldo tahun lalu.


3. Melakukan perhitungan fisik uang kas (cash count) per tanggal neraca.

Menghitung uang kas tujuannya untuk mengetahui apakah saldo pada laporan neraca sesuai dengan kas fisiknya. Sebelum melakukan perhitungan, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu kepada klien tentang penggunaan sistem pencatatan kas kecilnya. Apakah perusahaan klien menggunakan imprest fund system atau fluctuating fund system.


4. Mengirim surat konfirmasi kepada kasir

Konfirmasi ini dikirim kepada kasir dengan tujuan untuk mendapatkan pernyataan saldo. Konfirmasi yang dikirim ke kasir ini jika cabang perusahaan berada cukup jauh dan saldo tidak terlalu besar.


5. Mengirim konfirmasi kepada Bank

Kirimkan surat konfirmasi kepada bank untuk seluruh rekening bank yang dimiliki perusahaan. Walaupun perusahaan sudah menerima rekning koran dari bank yang bersangkutan, surat konfirmasi tetap harus dikirim untuk mendapatkan bukti audit karena ini merupakan prosedur audit.


6. Meminta dan memeriksa rekonsiliasi bank klien per tanggal neraca.

Akuntan publik (auditor) harus memeriksa rekonsiliasi bank klien, jika terdapat suatu kesalahan auditor harus mengusulkan audit adjustment.


7. Memeriksa jawaban konfirmasi bank, notulen rapat, dan perjanjian kredit.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pembatasan dari rekening bank yang dimiliki perusahaan. Artinya jika ada jika ada rekening bank yang penggunaanya dibatasi untuk jangka waktu lebih dari satu tahun, maka tidak boleh dikelompokkan kedalam aset lancar.


8. Memeriksa inter bank transfer klien.

Inter bank transfer adalah transfer antar bank yang digunakan oleh perusahaan klien. Pemeriksaa inter bank transfer kurang lebih satu minggu sebelum dan sesudah tanggal neraca. Tujuan ini adalah untuk mengetahui adanya kitting.


9. Memeriksa transaksi kas sesudah tanggal neraca sampai tanggal selesainya pemeriksaan lapangan.

Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui apakah ada kewajiban yang belum tercatat per tanggal neraca, baikdari pembelian aset atu biaya-biaya perusahaan.


10. Memeriksa apakah saldo kas dan setara kas sudah di konversi ke dalam rupiah jika ada saldo dalam bentuk mata uang asing.

Jika terdapat saldo kas dan setara kas dalam bentuk mata uang asing, apakah saldo tersebut sudah di konversi ke dalam rupiah dengan dengan menggunakan kurs tengah BI pada tanggal neraca.


11. Memeriksa apakah penyajian kas dan setara kas sudah sesuai dengan standar akuntansi di Indonesia (SAK/ETAP/IFRS)

Setalah menerapkan prosedur diatas, langkah terakhir adalah memeriksa penyajian kas dan setara kas di neraca serta catatan atas lamporan keuangan sudah sesuai denan standar akuntansi di Indonesia. Secara umum kas dan setara kas adalah harta lancar.


Tujuan dari prosedur audit atas kas dan setara kas adalah supaya akuntan publik dalam melakukan pemeriksaan kas dan setara kas tidak tidak melakukan penyimpangan dan bisa bekerja secara efisien. Itulah beberapa prosedur audit atas kas dan setara kas serta penjelasannya, semoga penjelasan dihalaman ini bisa bermanfaat dan bisa menambah referensi dalam belajar.