Pengertian dan Fungsi Audit Plan

akuntancilik.com - Pengertian dan Fungsi Audit Plan – Ketika melakukan pemeriksaan atau audit, KAP mempunyai suatu rangkaian kegiatan yang meliputi audit plan, audit program, audit procedures dan audit teknik. Salah satu rangkaian kegiatan tersebut apabila tidak ada salah satu maka pelaksanaan audit tidak akan berjalan maksimal atau tidak akan relevan.

Kegiatan tersebut mempunyai keterkaitan satu sama lain, ketika akan melakukan pemeriksaan atau audit maka KAP akan membuat audit plan terlebih dahulu, setelah itu dilanjutkan dengan penyusunan program audit kemudian langkah-langkah apa yang yang harus dilakukan selama di lapangan atau prosedur audit serta teknik dalam pengumpulan data.

Pengertian dan Fungsi Audit Plan
Pengertian dan Fungsi Audit Plan - google image

Jadi, apakah pengertian audit plan? Pengertian audit program? Pengertian audit procedures dan audit teknik?

Pada kesempatan ini akuntancilik.com akan sedikit menjelaskan tentang yang dibahas diatas. Bagaimana cara mudah Memahami Audit Plan, Audit Program, Audit Procedures dan Audit Teknik.

Pengertian Audit Plan (Perencanaan Pemeriksaan)

Pengertian audit plan adalah lamanya waktu yang diperlukan oleh auditor untuk melakukan perencanaan pemeriksaan awal sampai dengan pengembangan rencana audit secara menyeluruh.

Menurut Standar Auditing 316 dalam Standar Profesional Akuntan Publik (Ikatan Akuntan Indonesia, 2001) mensyaratkan agar “audit dirancang untuk memberikan keyakinan memadai atas pendeteksian salah saji yang material dalam laporan keuangan”

Standar pekerjaan lapangan pertama (IAPI, 2011: 310.1) berbunyi “pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya”


Prosedur yang digunakan dalam audit sering kali tumpang tindih, jadi auditor sebagai penanggung jawab akhir atas audit dapat mendelegasikan sebagian fungsi perencanaan dan supervisi auditnya kepada staff lain dalam kantor akuntannya. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan oleh auditor dalam perencanaan audit, yaitu:
  • Masalah yang berkaitan dengan bisnis klien dan tempat beroperasi industri satuan usaha
  • Kebijakan dan prosedur akuntansi perusahaan klien
  • Metode yang digunakan oleh perusahaan klien dalam mengolah informasi akuntansi
  • Penetapan tingkat risiko pengendalian yang direncanakan
  • Pertimbangan awal tentang tingkat materialitas untuk tujuan audit
  • Bagian pos dari laporan keuangan yang memerlukan penyesuaian
  • Kondisi yang memerlukan perluasan dan perubahan pengujian audit
  • Sifat laporan audit yang diharapkan akan diserahkan


Supaya dapat membuat perencanaan audit sebaik-baiknya, auditor harus memahami bisnis klien, sifat dan jenis, struktur organisasi, struktur permodalan, metode produksi, pemasaran, distribusi dan lainnya dengan sebaik-baiknya. Informasi tentan perusahan klien bisa didapatkan oleh auditor dari pegawai perusahaan atau kertas kerja audit tahun sebelumnya.

Informasi yang diperoleh auditor tentang bisnis klien akan membantu auditor dalam mengidentifikasi bidang yang memerlukan pertimbangan khusus, menilai kondisi yang didalamnya data akuntansi yang dihasilkan, menilai kewajaran estimasi, menilai representasi manajemen, dan mempertimbangkan kesesuian standar akuntansi yang diterapkan dan kecukupan pengungkapannya.

Dalam merencakan pemeriksaan dengan baik, auditor harus merencanakannya dengan baik. Mengapa harus direncanakan dengan baik? Berikut ada tiga alasan utamanya, yaitu:
  • Untuk memperoleh bahan bukti kompeten yang mencukupi dalam situasi saat itu
  • Untuk membantu menekan biaya audit agar dapat bersaing dengan yang lain
  • Untuk menghindari salah pengertian dengan klien


Fungsi Audit Plan (Perencanaan Audit)

Audit plan yang disusun oleh auditor sebelum melaksanakan pemeriksaan dilapangan mempunyai beberpa fungsi, yaitu:
  • Pedoman pelaksanaan audit
  • Dasar untuk menyusun anggaran
  • Alat untuk memperoleh partisipasi manajemen
  • Alat untuk menetapkan standar
  • Alat pengendalian
  • Bahan pertimbangan bagi akuntan publik yang diberi penugasan oleh perusahaan


Audit plan (perencanaan pemeriksaan) yang disusun oleh auditor meliputi tiga hal pokok seperti berikut ini:
  • Hal-hal mengenai client
  • Hal-hal yang mempengaruhi client
  • Rencana kerja Auditor


Kegiatan Dalam Perencanaan Audit

Berikut adalah beberapa kegitan dalam perencanaan audit supaya berjalan dengan baik, yaitu sebagai berikut:
  • Penetapan tujuan dan ruang lingkup audit
  • Review atas file audit
  • Menyeleksi tim audit
  • Komunikasi pendahuluan dengan auditee dan pihak lain yang berkepentingan
  • Mempersiapkan program audit pendahuluan
  • Merencanakan laporan audit
  • Persetujuan atas program audit dari kepala bagian audit internal



Baca Juga:



Audit plan memang harus disusun sebaik-baiknya oleh auditor supaya kegiatan audit dilapangan bisa berjalan dengan efektif dan efisien. Itulah sedikit penjelasan singkat tentang audit plan. Semoga pengertian audit plan ini bisa bermanfaat dan bisa menambah referensi kalian dalam belajar.

0 Response to "Pengertian dan Fungsi Audit Plan"

Posting Komentar