Pengertian Faktur Pajak, Fungsi Faktur Pajak, dan Cara Pengisian Faktur Pajak

Pengertian Faktur Pajak, Fungsi Faktur Pajak, dan Cara Pengisian Faktur Pajak - Apa yang dimaksud dengan faktur pajak? apa fungsi dari faktur pajak? Dan, bagaimana cara mengisi faktur pajak? Akuntancilik.com kali ini akan membahas mengenai faktur pajak dan fungsi dari faktur pajak.

Pengertian Faktur Pajak

Didalam transaksi jual-beli yang dilakukan dalam bisnis oleh PKP (Pengusaha Kena Pajak) ada yang harus diterbitkan oleh mereka sebagai bukti adanya penyerahan barang ataupun jasa yang dikenakan pajak yaitu faktur pajak.

Faktur Pajak merupakan bukti pungutan pajak Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP). Artinya ketika Pengusaha Kena Pajak (PKP) menjual suatu barang ataupun jasa kena pajak, dia harus menerbitkan Faktur Pajak sebagai tanda bukti dirinya telah memungut pajak dari orang yang telah membeli barang atau jasa tersebut.

Pengertian Faktur Pajak, Fungsi Faktur Pajak, dan Cara Pengisian Faktur Pajak
Pengertian Faktur Pajak, Fungsi Faktur Pajak, dan Cara Pengisian Faktur Pajak

Berikut adalah jenis-jenis faktur pajak, yaitu:


  1. Faktur Pajak Keluaran. Faktur pajak keluaran adalah faktur pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) saat melakukan penjualan terhadap barang kena pajak, jasa kena pajak dan atau barang kena pajak yang tergolong dalam barang mewah.
  2. Faktur Pajak Masukan. Faktur pajak masukan adalah faktur pajak yang didapat oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) ketika melakukan pembelian terhadap barang kena pajak atau jasa kena pajak lainnya.
  3. Faktur Pajak Pengganti. Faktur pajak pengganti adalah penggantian atas faktur pajak yang telah terbit sebelumnya dikarenakan ada kesalahan pengisian, kecuali kesalahan pada Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), sehingga harus dilakukan pembetulan agar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
  4. Faktur Pajak Gabungan. Faktur pajak gabungan adalah faktur pajak yang dibuat oleh PKP (Pengusaha Kena Pajak) yang meliputi seluruh penyerahan yang dilakukan kepada pembeli barang kena pajak atau jasa kena pajak yang sama selama satu bulan kalender.
  5. Faktur Pajak Digunggung. Faktur pajak digunggung adalah faktur pajak yang tidak di isi dengan identitas pembeli, nama, dan tandatangan penjual yang hanya boleh dibuat oleh PKP Pedagang Eceran.
  6. Faktur Pajak Cacat. Faktur pajak cacat adalah faktur pajak yang tidak diisi secara lengkap, jelas, benar dan atau tidak ditandatangani termasuk juga kesalahan dalam pengisian kode dan nomor seri. Faktur pajak cacat dapat dibetulkan dengan cara membuat faktur pajak pengganti.
  7. Faktur Pajak Batal. Faktur pajak batal adalah faktur pajak yang dibatalkan dikarenakan adanya pembatalan transaksi. Pembatalan faktur pajak juga harus dilakukan ketika ada kesalahan pengisian NPWP dalam faktur pajak.

baca juga:

Fungsi Faktur Pajak

Setelah mengetahui arti dan jenis-jenis dari Faktur Pajak, selanjutnya akan dibahas fungsi dari faktur pajak. Faktur pajak sangat memiliki peran penting bagi PKP (Pengusaha Kena Pajak). Dengan adanya faktur pajak, maka PKP (Pengusaha Kena Pajak) memiliki bukti bahwa PKP (Pengusaha Kena Pajak) tersebut telah melakukan penyetoran, pemungutan, hingga pelaporan SPT masa PPN sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Seperti apakah faktur pajak itu dan bagaimana cara pengisian (pembuatan) faktur pajak? Mari kita bahas sedikit disini.

Pengertian Faktur Pajak, Fungsi Faktur Pajak, dan Cara Pengisian Faktur Pajak
Pengertian Faktur Pajak, Fungsi Faktur Pajak, dan Cara Pengisian Faktur Pajak

Tahap 1:

  1. Hal pertama yang harus dilakukan adalah pengisian nomor seri faktur pajak yang telah didapatkan. Cara mendapatkan faktur pajak adalah dengan cara melakukan permintaan ke KPP (Kantor Pelayanan Pajak) wajib pajak terdaftar atau memintanya secara online. Dengan jumlah nomor yang diberikan memperhitungkan 3 bulan terakhir pemakaian NSFP (Nomor Seri Faktur Pajak).
  2. Langkah selanjutnya adalah Masukan Nama, Alamat, dan NPWP perusahaan yang menyerahkan BKP (Barang Kena Jasa) atau JKP (Jasa Kena Pajak) pada kolom Pengusaha Kena Pajak.
  3. Langkah selanjutnya adalah Masukan Nama, Alamat dan NPWP perusahaan yang menerima BKP (Barang Kena Jasa) atau JKP (Jasa Kena Pajak) pada kolom Pembeli Barang Kena Pajak/Penerima Jasa Kena Pajak.


Tahap 2:

  1. Memasukkan nomor urut.
  2. Memasukan Nama Barang Kena Pajak/Jasa Kena Pajak.
  3. Memasukan nominal harga pada kolom Harga Jual, Penggantian, Uang Muka atau Termin (Jika nominal bukan dalam satuan rupiah).


Tahap 3:

  1. Total keseluruhan harga ditulis pada kolom Harga Jual, Penggantian, Uang Muka/Termin.
  2. Total nilai potongan harga Barang atau Jasa Kena Pajak (jika ada potongan) ditulis pada kolom Dikurangi Potongan Harga.
  3. Jika anda sudah menerima uang muka setelah penyerahan Barang/Jasa Kena Pajak, maka nominal uang tersebut dapat ditulis pada kolom Nilai Uang Muka yang telah diterima.
  4. Jumlah Harga Jual, Penggantian, Uang Muka/Termin dikurangi dengan Potongan Harga dan Uang muka yang telah diterima, kemudian hasilnya ditulis pada kolom Dasar Pengenaan Pajak.
  5. Jumlah PPN yang terutang sebesar 10% dari Dasar Pengenaan Pajak ditulis pada kolom PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak.
  6. Pada kolom Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) hanya diisi apabila terjadi penyerahan BKP (Barang Kena Pajak) yang Tergolong Mewah. Dapat diisi dengan cara, besar tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah dikalikan dengan Dasar Pengenaan Pajak.
  7. Selanjutnya masukkan Tempat dan Tanggal pada saat membuat Faktur Pajak tersebut.
  8. Dan yang terakhir adalah masukkan Nama dan Tanda Tangan dari Nama Pejabat yang telah ditunjuk oleh Perusahaan (harus sesuai dengan Nama Pejabat pada saat Perusahaan resmi menjadi Pengusaha Kena Pajak/PKP).


Pengertian Faktur Pajak Elektronik

Kementerian Keuangan telah menerbitkan peraturan yang menetapkan bentuk faktur pajak terbaru, yang terdiri dari bentuk elektronik atau e-Faktur.

Faktur pajak elektronik yang selanjutnya disebut e-faktur adalah Faktur Pajak yang dibuat melalui aplikasi atau sistem elektronik yang ditentukan dan/atau disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Pemerintah menerbitkan adanya faktur pajak elektronik atau e-faktur dengan tujuan memberikan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan bagi PKP (Pengusaha Kena Pajak) dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya khususnya pembuatan faktur pajak.


baca juga:

itulah Pengertian Faktur Pajak, Fungsi Faktur Pajak, dan Cara Pengisian Faktur Pajak. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kalian dan bisa menjadi referensi dalam belajar akuntansi. Jangan lupa berkunjung kembali ke blog akuntancilik.com untuk update pelajaran akuntansi. Terima kasih telah berkunjung ke blog yang sederhana ini, semoga bermanfaat dan terima kasih.

Sumber Gambar:
Kantor Pusat Dirjen Pajak – https://goo.gl/yX4wua
Pelayanan KPP – https://goo.gl/UechP2

0 Response to "Pengertian Faktur Pajak, Fungsi Faktur Pajak, dan Cara Pengisian Faktur Pajak"

Posting Komentar