Audit Persediaan: Prosedur Pemeriksaann (Audit) Persediaan

Audit Persediaan: Prosedur Pemeriksaann (Audit) Persediaan - Prosedur merupakan serangkaian aksi yang spesifik, perbuatan atau operasi yang seharusnya dilakukan atau dieksekusi dengan sistem yang baku (sama) supaya senantiasa mendapatkan hasil yang sama dari kondisi yang sama. Lebih tepatnya, kata ini dapat mengindikasikan rangkaian kegiatan, tugas-tugas, langkah-langkah, keputusan-keputusan, perhitungan-perhitungan dan proses-proses, yang dilaksanakan lewat serangkaian profesi yang mewujudkan suatu tujuan yang diharapkan, suatu produk atau sebuah dampak. Sebuah prosedur umumnya mengakibatkan sebuah perubahan.

Dalam bidang manajemen, prosedur bisa diartikan sebagai langkah-langkah pentahapan dan urutan-urutan pekerjaan dalam rangka mencapai tujuan secara efisien dan efektif. Prosedur berisi cara yang dispesifikasikan untuk melaksanakan suatu aktivitas atau suatu proses. Dalam pelaksanaan audit, akuntan publik juga menerapkan prosedur dalam bekerja. Tujuan diterapkan prosedur dalam pelaksanaan audit adalah untuk mendapatkan bahan-bahan bukti yang cukup untuk mendukung pendapat auditor atas kewajaran laporan keuangan. Termasuk saat akuntan publik melakukan audit persediaan juga menerapkan suatu prosedur pemeriksaan.

Prosedur Pemeriksaann (Audit) Persediaan

Audit Persediaan: Prosedur Pemeriksaann (Audit) Persediaan
Google Images - Audit Persediaan: Prosedur Pemeriksaann (Audit) Persediaan
Berikut ini adalah beberapa prosedur audit persediaan atau prosedur pemeriksaan persediaan menurut Sukrisno Agoes (2012: 232 & 233), yaitu:

baca juga: Audit Persediaan: Tujuan Pemeriksaan (Audit) Persediaan

Prosedur pemeriksaan persediaan dibagi atas prosedur copliance test, analytical review, dan subtantive test. Prosedur pemeriksaan persediaan mencangkup pembelian, penyimpanan, pemakaian dan penjualan persediaan, karena berkaitan dengan siklus pembelian, utang, dan pengeluaran kas, serta siklus penjualan, piutang, dan penerimaan kas.

Prosedur Pemeriksaan Untuk Compliance Test

1. Mempelajari dan mengevaluasi internal control atas persediaan.

  • Untuk mempelajari dan mengevaluasi internal control, auditor biasanya menggunakan internal control questionnaires.
  • Melakukan test transaksi atas pembelian dengan menggunakan order pembelian sebagai sampel. Melakukan tes transaksi atas pemakaian persediaan dapat menggunakan meterial requisition sebagai sampel. Untuk melakukan tes transaksi penjualan dapat menggunakan faktur penjualan sebagai sampel.


2. Menarik kesimpulan internal control atas persediaan.

Apabila tes transaksi auditor tidak menemukan kesalahan yang berarti maka auditor dapat menyimpulkan bahwa internal control atas persediaan berjalan efektif. Jadi subtantive test atas persediaan dapat dipersempit.


Prosedur Pemeriksaan Subtantive atas Persediaan

1. Melakukan observasi atas perhitungan fisik (stock opname) yang dilakukan klien.

Stock opname dapat dilakukan pada akhir tahun atau beberapa waktu sebelum atau sesudah akhir tahun. Stock opname dilakukan untuk persediaan yang berada pada gudang perusahaan. Apabila ada barang consignment out dan barang yang tersimpan di public werehouse apabila jumlahnya material harus dilakukan stock opname, jika tidak material cukup dikirim konfirmasi. Stock opname sebaiknya dilakukan pada tanggal neraca, bagi perusahaan yang mempunyai internal control lemah. Dan bisa dilakukan sebelum atau sesudah tanggal neraca, bagi perusahaan yang mempunyai internal control baik.

baca juga: Pemeriksaan (Audit) Surat Berharga dan Investasi


2. Meminta daftar hasil stock opname (file inventory list atau inventory compilation).

Jika daftar hasil stock opname (file inventory list atau inventory compilation) sudah didapatkan dari klien, maka lakukan prosedur pemeriksaan berikut:

  • Memeriksa mathematical accuracy
  • Mencocokan jumlah kolom value dengan saldo menerut buku besar persediaan
  • Mencocokan jumlah menurut kolom kartu stok dengan saldo menurut kartu stok
  • Membandingkan quantity per count dengan jumlah menurut count sheet auditor


3. Mengirimkan konfirmasi untuk persediaan consigment out.

Consigment out artinya barang yang yang dititipkan jual ke perusahaan lain. Jumlah barang konsinyasi biasanya tidak terlalu besar sehingga auditor lebih praktis untuk mengirim konfirmasi dibandingkan bila auditor harus menghitungnyaa.

baca juga: Prosedur Audit Piutang


4. Memeriksa harga per unit dari bahan baku, barang dalam proses, barang jadi, dan bahan pembantu.

Memeriksa bahan baku dan bahan pembantu bisa memeriksa pada faktur pembelian yang terakhir dan perhatikan metode pencatatan persediaan yang dipakai oleh perusahaan apakah menggunakan metode FIFO, LIFO, AVERAGE COST.

Memeriksa barang dalam proses bisa memeriksa dengan cara memperlajari cost accounting procedures yang digunakan perusahaan. Apabila perusahaan memakai job order costing maka yang harus diperiksa adalah job order cost sheet-nya. Apabila perusahaan menggunakan proses costing maka yang harus diperiksa adalah bagaimana penentuan persentase selesainya dan nilai work in process-nya.

Baca juga: Tujuan Audit Piutang


5. Melakukan rekonsiliasi apabila stock opname dilakukan beberapa waktu sebelum atau sesudah tanggal neraca.

Auditor harus melakuka rekonsiliasi antara saldo menurut stock opname dan saldo per tanggal neraca apabila stock opname dilakukan beberapa waktu sebelum atau sesudah tanggal neraca.


6. Memeriksa cukup tidaknya allowance barang-barang yang bergerak lambat, barang yang rusak, dan barang yang ketinggalan mode.

Auditor harus memeriksa bagaimana kebijakan dan cara perusahaan menentukan allowance. Apakah perusahaan konsisten atau tidak dengan periode sebelumnya dalam menentukan allowance. Cukup artinya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.


7. Memeriksa kejadian sesudah tanggal neraca (subsequent event).

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada penjualan fiktif yng dicatat untuk memperbesar jumlah laporan penjualan.


8. Memeriksa cut-off penjualan dan cut-off pembelian.

Pemeriksaan ini bertujuan adalah untuk mengetahui apakah ada pergesaranwaktu dalam pencatatan penjualan dan pembelian.


9. Memeriksa jawaban konfirmasi bank, perjanjian kredit, notulen rapat.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada persediaan yang dijadikan barang jaminan atas kredit yang diperoleh perusahaan dari pihak ketiga.


10. Memeriksa apakah ada sales atau purchase commitment per tanggal neraca.

Apabila ada sales atau purchase yang menyebabkan kerugian yang material bagi perusahaan dalam periode berikutnya, maka harus dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan.


11. Apabila ada barang dalam perjalanan maka lakukan prosedur audit yang diperlukan.
Prosedur audit apabila ada barang dalam perjalanan yaitu:

  • Meminta rincian barang dalam perjalanan per tanggal neraca.
  • Memeriksa perhitungan mathematis-nya.
  • Memeriksa syarat pengiriman apakah menggunakan FOB shipping point atau FOB destination point.


12. Membuat kesimpulan dari hasil pemeriksaan persediaan dan membuat usulan adjustment jika diperluka.

Setelah melakukan prosedur pemeriksaan yang telah dilakukan, apakah persediaan telah disajikan secara wajar atau tidak.


13. Memeriksa penyajian persediaan di laporan keuangan apakah telah sesuai dengan standar akuntansi di Indonesia (SAK/ETAP/IFRS).

baca juga: Pemgertian Prosedur dan Teknik Audit


Itulah pembahasan Audit Persediaan: Prosedur Pemeriksaann (Audit) Persediaan. Semoga bisa bermanfaat dan menambah referensi kalian.

0 Response to "Audit Persediaan: Prosedur Pemeriksaann (Audit) Persediaan"

Posting Komentar