Audit Persediaan: Tujuan Pemeriksaan (Audit) Persediaan

Audit Persediaan: Tujuan Pemeriksaan (Audit) Persediaan - pengertian persediaan merupakan suatu aktiva yang mencakup barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dipasarkan dalam suatu jangka waktu tertentu atau persediaan barang-barang yang masih dalam proses atau pengerjaan produksi, maupun persediaan bahan baku yang menunggu pemakaiannya dalam suatu proses produksi.

Ada beberapa sifat-sifat persediaan, yaitu:
  • Merupakan aset lancar sebab masa perputarannya biasa kurang atau sama dengan satu tahun.
  • Merupakan jumlah yang sangat besar, terutama dalam perusahaan dagang atau industri.
  • Memiliki pengaruh yang besar terhadap neraca dan perhitungan laba-rugi.

Beberapa perkiraan yang digolongkan sebagai persediaan, yaitu:
  • Bahan baku
  • Barang dalam proses
  • Barang jadi
  • Suku cadang
  • Bahan pembantu
  • Barang dalam perjalanan
  • Barang konsinyasi


Tujuan Pemeriksaan (Audit) Persediaan

Audit Persediaan: Tujuan Pemeriksaan (Audit) Persediaan
Google Images - Audit Persediaan: Tujuan Pemeriksaan (Audit) Persediaan

Dalam audit, persediaan memperoleh perhatian yang lebih besar untuk diaudit karena banyak alasan salah satunya adalah sebab pada pada umumnya persediaan merupakan aktiva lancar yang jumlahnya cukup material dan merupakan obyek manipulasi serta tempat terjadinya permasalahan-permasalahan besar.

Berikut ini adalah beberapa tujuan audit persediaan atau pemeriksaan persediaan, yaitu:

1. Memeriksa internal control atas persediaan apakah sudah cukup baik.

Apabila internal control persediaan sudah cukup efektif, maka luasnya pemeriksaan yang dilakukan auditor dalam melakukan subtantive test atas persediaan dapat dipersempit.

Internal control atas persediaan yang baik mempunyai ciri-ciri seperti berikut:

  • Terdapat pemisahan tugas dan tanggaung jawab antara bagian akuntansi, keuangan, pembelian, penerimaan barang, dan gudang.
  • Formulir-formulir yang digunakan bernomor urut cetak, seperti: formulir permintaan pembelian, formulir order pembelian, surat jalan, laporan penerimaan barang, formulir order penjualan, dan faktur penjualan.
  • Jika melakukan pembelian dalam jumlah yang besar dilakukan melalui tender.
  • Terdapat sistem otorisasi, baik untuk penjualan, pembelian, penerimaan kas, ataupun pengeluaran kas.
  • Adanya anggaran untuk pembelian, produksi, penjualan, penerimaan dan pengeluaran barang.
  • Pemesanan barang dilakukan dengan memperhitungkan economic order quantity dan iron stock.
  • Digunakannya sistem pencatatan perpetual dan kartu stok, jika di perusahaan yang mempunyai nilai persediaan per jenisnya cukup tinggi.

baca juga: Pengertian Compliance Test Dan Subtantive Test Serta Pembahasannya


2. Memeriksa persediaan yang tercantum di neraca apakah benar-benar ada dan dimiliki oleh perusahaan pada tanggal neraca.

Auditor diharuskan untuk melakukan pengamatan terhadap persediaan per tanggal neraca untuk meyakinkan keberadaan persediaan tersebut, termasuk barang dalam perjalanan, dan barang konsinyasi.


3. Memeriksa metode penilaian persediaan apakah sudah sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia (SAK/ETAP/IFRS).

Penilaian persediaan pada umumnya didasarkan pada harga perolehan, dalam hal ini bisa dipilih metode FIFO, LIFO, dan AVERAGE COST. Dari segi undang-undang tidak diperkanankan menggunakan metode LIFO karena menggunakan metode ini menyebabkan pajak terutang akan lebih kecil deibandingkan dengan menggunakan metode FIFO dan AVERAGE COST.


4. Memeriksa sistem pencatatan persediaan apakan telah sesuai dengan standar akuntansi di Indonesia (SAK/ETAP/IFRS).

Sistem pencatatan persediaan yang biasanya digunakan oleh perusahaan ada dua jenis, yaitu sistem perpetual dan sistem periodik. Perbedaan sistem perpetual dengan sistem periodik yaitu, pada sistem perpetual jika ada pembelian maka perkiraan persediaan di debit, jika ada penjualan maka perkiraan persediaan di kredit. Sedangkan sistem pencatatan periodik ketika ada pembelian perkiraan persediaan tidak pernahdi debit, dan tidak pernah di kredit ketika ada penjualan.

baca juga: Pengertian Kertas Kerja Pemeriksaan Dalam Auditing (Audit Working Papers) Dan Tujuannya


5. Memeriksa kecukupan allowance yang dibuat untuk barang rusak (defective), bergerak lambat (slow moving), dan ketinggalan mode (absolescence).

Barang rusak, barang bergerak lambat, dan barang ketinggalan mode supaya bisa terjual maka harus dijual denga harga obral yang umumnya lebih rendah dari harga perolehahan. Maka dari itu harus dibuatkan allowance dalam jumlah yang cukup, artinya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Jika allowance terlalu besar akan mengakibatkan laba terlalu kecil, jika allowance terlalu kecil akan mengakibatkan laba terlalu besar.


6. Untuk mengetahui apakah ada persediaan yang dijadikan jaminan kredit.

Apabila terdapat persediaan yang dijadikan jaminan, maka harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.

baca juga: Pemeriksaan (Audit) Surat Berharga dan Investasi


7. Untuk mengetahui persediaan yang diasuransikan apakah sudah dengan nilai pertanggungan yang cukup.

Mengapa persediaan harus diasuransikan? Karena ketika terjadi kebakaran bisa diperoleh ganti rugi dari perusahaan asuransi dan perusahaan bisa terhirdar dari kerugian karena kebakaran tersebut.


8. Untuk memeriksa apakah terdapat perjanjian pembelian atau penjualan persediaan yang mempunyai pengaruh yang besar kepada laporan keuangan.

Jika terdapat suatu perjanjian pembelian dan penjualan persediaan maka harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.

baca juga: Pengertian Persediaan Menurut Para Ahli dan Jenis-Jenis Persediaan


9. Memeriksa penyajian persediaan pada laporan keuangan apakah telah sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia.

Akuntan harus mengetahui sistem pencatatan yang digunakan oleh perusahaan apakah menggunakan sistem perpetual atau periodik dan mengetahui metode penilaian persedian apakah mengunakan metode FIFO, LIFO, AVERAGE.


Perusahaan harus menilai pada setiap tanggal pelaporan apakah persediaan nilainya turun. Perusahaan harus membuat penilaian dengan membandingkan jumlah tercatat setiap jenis persediaan dengan harga jual dikurangi biaya untuk menyelesaikan dan menjual.


baca juga: Sistem Pencatatan Persediaan dan Metode Pencatatan Persediaan Serta Penjelasannya Lengkap

Itulah Audit Persediaan: Tujuan Pemeriksaan (Audit) Persediaan. Semoga artikel audit persediaan ini bisa bermanfaat dan bisa menjadi referensi untuk kalian.

0 Response to "Audit Persediaan: Tujuan Pemeriksaan (Audit) Persediaan"

Posting Komentar