Fungsi, Tujuan, dan Manfaat Asuransi

Fungsi, Tujuan, dan Manfaat AsuransiAsuransi adalah suatu bentuk perjanjian antara tertanggung atau nasabah dengan penanggung atau perusahaan asuransi. Pihak penanggung atau perusahaan asuransi bersedia menanggung sejumlah kerugian yang mungkin akan timbul dimasa yang akan datang setelah tertanggung atau nasabah menyepakati pembayaran uang yang disebut dengan premi. Premi adalah uang yanga dikeluarkan oleh tertanggung atau nasabah sebagai imbalan kepada penanggung atau perusahaan asuransi.

Pada kesempatan ini akuntancilik.com akan menjelaskan tentang fungsi, tujuan, dan manfaar asuransi. Apa fungsi asuransi itu? Apa tujuan asuransi itu? Dan apa saja manfaat dari asuransi? Untuk lebih jelasnya perhatikan penjelasan berikut ini.

Fungsi, Tujuan, dan Manfaat Asuransi
Google Images - Fungsi, Tujuan, dan Manfaat Asuransi


Fungsi Asuransi

Secara umum fungsi asuransi adalah sebagai sarana atau mekanisme pengalihan kemungkinan resiko terhadap satu atau sebagian penanggung yang bersifat insurable. Disamping sebagai wujud pengedalian risiko (secara finansial), asuransi juga mempunyai 2 komponen fungsi dari asuransi yaitu:

1. Fungsi Utama (Primer)

a. Pengalihan Resiko. Sebagai sarana atau mekanisme pengalihan kemungkinan resiko atau kerugian (chance of loss) dari tertanggung sebagai “Original Risk Bearer” terhadap satu atau sebagian penanggung (a risk transfer mechanism). Sehingga ketidakpastian (uncertainty) yang berupa kemungkinan terjadinya kerugian sebagai dampak suatu peristiwa tak terduga, akan berubah menjadi proteksi asuransi yang pasti (certainty) mengubah kerugian menjadi ganti rugi atau santunan klaim dengan persyaratan pembayaran premi.

b. Penghimpun Dana. Sebagai penghimpun dana dari masyarakat (pemegang polis) yang akan dibayarkan terhadap mereka yang mengalami bencana, dana yang dihimpun tersebut berupa premi atau tarif berasuransi yang dibayar oleh tertanggung terhadap penanggung, dikelola sedemikian rupa sehingga dana tersebut berkemang, yang kelak akan akan dipergunakan untuk membayar kerugian yang mungkin akan di derita salah seorang tertanggung.

c. Premi Seimbang. Untuk mengendalikan sedemikian rupa sehingga pembayaran premi yang dilaksanakan oleh masing-masing tertanggung ialah sepadan dan wajar dibandingikan dengan resiko yang dialihkannya terhadap penanggung (equitable premium). Dan besar kecilnya premi yang seharusnya dibayarkan tertanggung dihitung menurut suatu tarip premi (rate of premium) dikalikan dengan Nilai Pertanggungan.

2. Fungsi Tambahan (Sekunder)

a. Export Terselubung (invisible export). Sebagai penjualan terselubung komoditi atau barang-barang tidak kongkret (intangible product) keluar negeri.
b. Perangsang Pertumbuhan Ekonomi (stimulus ekonomi). Adalah untuk merangsang pertumbuhan usaha, mencegah kerugian, pengontrol kerugian, memiliki fungsi sosial dan sebagai tabungan.
c. Sarana tabungan investasi dana dan invisible earnings 
d. Sarana Pencegah dan Pengendalian Kerugian


Tujuan Asuransi


  1. Memberikan jaminan perlindungan dari risiko-risiko kerugian yang diderita satu pihak.
  2. Meningkatkan efisiensi, sebab tak perlu secara khusus mengadakan pengamanan dan pengawasan untuk memberikan perlindungan yang memakan banyak energi,waktu dan tarif.
  3. Pemerataan biaya, adalah cukup dengan mengeluarkan tarif yang jumlahnya tertentu dan tak perlu mengganti atau membayar sendiri kerugian yang muncul yang jumlahnya tak tentu dan tak pasti.
  4. Dasar bagi pihak bank untuk memberikan kredit sebab bank membutuhkan jaminan perlindungan atas agunan yang diberi oleh peminjam uang.
  5. Sebagai tabungan, sebab jumlah yang dibayar terhadap pihak asuransi akan dikembalikan dalam jumlahyang lebih besar. Ini khusus berlaku untuk asuransi jiwa.
  6. Menutup Loss of Earning Power seseorang atau badan usaha ketika dia tak bisa berfungsi (bekerja)

Manfaat Asuransi


  1. Memberikan Rasa aman. Bagi individu, keluarga ataupun aktivitas usaha, adanya proteksi asuransi, untuk menghadapi risiko yang penuh ketidakpastian, bisa memberikan ketenangan batin dan meningkatkan rasa percaya diri
  2. Sebagai Pengendalian kerugian. Sebelum melaksanakan akseptasi pihak asuransi seringkali melaksanakan survey lapangan dan memberikan saran terhadap tertanggung atau nasabah untuk menyelenggarakan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan kerugian.
  3. Untuk Dana Investasi. Untuk penunjang pendapatan non operasional lewat pendapatan hasil investasi atas premi-premi yang berakumulasi.


Itulah beberapa Fungsi, Tujuan, dan Manfaat Asuransi yang harus kalian ketahui. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kalian. Semoga artikel ini bisa menjadi referensi buat kalian

0 Response to "Fungsi, Tujuan, dan Manfaat Asuransi"

Posting Komentar