Pemeriksaan (Audit) Surat Berharga dan Investasi

Pemeriksaan (Audit) Surat Berharga dan Investasi – Surat berharga dan investasi sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya (baca: Pengertian Surat Berharga dan Investasi Serta Jenis-jenisnya). Tapi pada artikel ini akan sedikit dijelaskan kembali. Surat berharga adalah bagian dari investasi. Pengertian surat berharga adalah sebuah dokumen bernilai uang yang sudah diakui dan dilindungi hukum bagi keperluan transaksi perdagangan, pembayaran, penagihan atau sejenis lainnya. Surat berharga memberikan hak terhadap pemegang yang bermanfaat bagi yang menerima atau memilikinya, karena itu surat berharga sangat penting dan nilainya sama dengan mata uang tunai. Sedangkan pengertian atau definisi investasi adalah mengeluarkan sejumlah uang atau menaruh uang pada sesuatu dengan harapan suatu saat mendapatkan profit financial. Contoh investasi ialah pembelian berupa asset financial seperti obligasi, saham , asuransi.

Menurut PSAK No. 1, hal.1.10 (IAI:2002):
“Surat berharga diklasifikasikan sebagai aset lanvar apabila surat berharga tersebut diharapkan akan direalisasi dalam jangka waktu duabelas bulan dari tanggal neraca dan jika lebih dari dua belas bulan diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar”

Pemeriksaan (Audit) Surat Berharga dan Investasi
Pemeriksaan (Audit) Surat Berharga dan Investasi
Akuntansi untuk investasi menurut PSAK No.13.1 s.d 13.2 dan 13.4 s.d 13.6 (IAI:2002)
“Investasi adalah suatu aset yg digunakan perusahaan untuk pertumbuhan kekayaan (accretion of wealth) melalui distribusi hasil investasi (seperti bunga, royalti, dividend, dan uang sewa), untuk apresiasi nilai investasi atau untuk manfaat lain bagi perusahaan ug berinvestasi seperti manfaat yg diperoleh melalui hubungan perdagangan”
baca juga:

Pada artikel ini akuntancilik.com akan menjelaskan audit surat berharga dan investasi atau pemeriksaan surat berharga dan investasi.

Sifat Dan Contoh Surat Berharga

Investasi dalam surat berharga bisa merupakan aktiva lancar (current assets) atau non current assets tergantung maksud atau tujuan dari pembelian surat berharga tersebut. Surat berharga ada dua jenis yaitu surat berharga jangka pendek dan surat berharga jangka panjang.

Tujun pembelian surat berharga jangka pendek adalah untuk memanfaatkan kelebihan dana yang tersedia dan mudah diuangkan dalam waktu singkat

Tujuan pembelian surat berharga yang digolongkan sebagai investasi jangka panjang yaitu sebagai berikut:

  • Untuk menguasai manajemen dari perusahaan yg sahamnya dibeli (lebih besar atau sama dengan 50% dari saham yg beredar).
  • Untuk memperoleh pendapatan yg continue (misalnya dalam bentuk bunga dari pembelian obligasi).
  • Sebagai sumber penampungan dari penjualan hasil produksi atau sumber pembelian bahan baku.


Tujuan Pemeriksaan Surat Berharga

Berikut ini adalah beberapa tujuan dari audit surat berharga atau pemeriksaan surat berharga, yaitu sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui apakah terdapat internal control yang cukupbaik atas temporary dan investasi jangka panjang.
  2. Untuk memeriksa apakah surat berharga yang terdapat di neraca betul-betul ada, dimiliki oleh perusahaan klien dan atas nama perusahaan klien per tanggal neraca.
  3. Untuk memeriksa apakah semua pendapatan dan penerimaan yg berasal dari surat berharga tersebut yelah dibukukan dan uangnya diterima oleh perusahaan.
  4. Untuk memeriksa apakah penilaian dari surat berharga tersebut sesuai dg standar akuntansi yang berlaku di Indonesia (SAK/ETAP/IFRS).
  5. Untuk memeriksa apakah penyajian surat berharga di dalam laporan keuangan sesuai dengan standar yang berlaku di Indonesia (SAK/ETAP/IFRS).
baca juga:

Prosedur Pemeriksaan Surat Berharga

Berikut ini adalah prosedur audit surat berharga atau prosedur pemeriksaan surat berharga, yaitu sebagai berikut:

  1. Mempelajari dan mengevaluasi internal control atas temporary dan investasi jangkap panjang.
  2. Meminta rincian surat berharga yang memperlihatkan saldo awal, penambahan, dan pengurangan serta saldo akhirnya.
  3. Memeriksa fisik dari surat berharga dan juga pemiliknya.
  4. Mencocokan data-data dalam rincian dengan berita acara pemeriksaan fisik surat berharga.
  5. Memeriksa mathematical accuracy-nya.
  6. Mencocokan saldo akhir dari rincian surat berharga dengan buku besar.
  7. Melakukan vouching atas pembelian dan penjualan surat berharga.
  8. Memeriksa perhitungan bunga dan dividen-nya dan memerhatikan segi perpajakannya.
  9. Memeriksa harga pasar dari surat berharga pada tanggal neraca.
  10. Diskusikan dengan manajemen untuk mengetahui apakah ada perubahan tujuan dari pembelian surat berharga.
  11. Memeriksa subsequent events untuk mengetahui apakah ada transaksi sesudah tanggal neraca.
  12. Memeriksa apakah penyajian surat berharga sudah sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia (SAK/ETAP/IFRS).
  13. Manarik kesimpulan kewajaran saldo temporary dan investasi jangka panjang.
baca juga:

Itulah Pemeriksaan (Audit) Surat Berharga dan Investasi, tujuan audit atau pemeriksaan surat berharga, dan prosedur audit atau pemeriksaan surat berharga. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah referensi kalian.

0 Response to "Pemeriksaan (Audit) Surat Berharga dan Investasi"

Posting Komentar