Sistem Pencatatan Persediaan dan Metode Pencatatan Persediaan Serta Penjelasannya Lengkap

Sistem Pencatatan Persediaan dan Metode Pencatatan Persediaan Serta Penjelasannya Lengkap – Merapikan atau mengerjakan administrasi barang adalah salah satu langkah penting dalam suatu aktivitas bisnis. Suatu perusahan perlu untuk mengadministrasikan barang -barang miliknya dengan sebaik-baiknya. Baik itu barang yang dipakai sendiri ataupun barang -barang dagangan untuk dipasarkan ke konsumen.

Sistem Pencatatan Persediaan

Sistem Pencatatan Persediaan dan Metode Pencatatan Persediaan Serta Penjelasannya Lengkap
Google Images - Sistem Pencatatan Persediaan dan Metode Pencatatan Persediaan Serta Penjelasannya Lengkap

Ketika mencatat persediaan barang, sistem pencatatan persediaan dapat dibagi menjadi dua, yaitu sistem pencatatan secara terus menerus (perpetual) dan sistem pencatatan secara berkala (periodik).

1. Sistem Pencatatan Perpetual

Pengertian sistem pencatatan perpetual adalah sistem pencatatan yang di catat langsung ketika transaksi tersebut terjadi, seluruh akun langsung bisa dikenal pada saat transaksi berlangsung. Karena dari itu akuntan wajib menjurnal akun Harga Pokok dalam posting transaksi pembelian ataupun penjualan. Cara pencatatan ini lebih kompleks dibanding sistem pencatatan periodik, sebab akuntan mesti memasukkan jurnal harga pokok, ini berarti akuntan mesti mempunyai data harga pokok. Karena dari itu perusahaan retail betul-betul jarang memilih pencatatan persediaan dengan sistem perpetual.

Pencatatan persediaan barang pada cara ini dilaksanakan secara kontinue atau terus menerus. Untuk setiap jenis barang dibuat perkiraan atau rekening atau kartu atau buku tersendiri.

baca juga: Pengertian Persediaan Menurut Para Ahli dan Jenis-Jenis Persediaan

Saat terjadi pertambahan barang, selanjutnya akan dicatat di sebelah debet dan berkurangnya jumlah barang akan dicatat di sebelah kredit pada tiap saat terjadi transaksi. Di dalam catatan ini ada saldo perkiraan yang disebut “Saldo Buku Persediaan Barang”.

Saldo buku persediaan barang ini juga patut dicocokkan dengan persediaan barang yang sesungguhnya ada di gudang.


2. Sistem Pencatatan Periodik

Pengertian sistem pencatatan periodik adalah sistem pencatatan yang dilakuakn secara berlaka. Pada sistem ini, setiap terjadi transaksi penjualan, yang dicatat hanyalah penerimaan uang atau piutang dan penjualannya saja. Sistem pencatatan periodik lebih gampang bagi perusahaan yang mempunyai cara yang belum terpadu. Sistem periodik benar-benar simpel bagi perusahaan kecil yang mempunyai SDM terbatas dalam hal ketelitian. Sebab sistem periodik cuma mengharuskan akuntan mencatat penjualan yang sama dengan bukti transaksi. Jadi sesudah transaksi penjualan dan pembelian telah dikerjakan pada akhir bulan, akuntan mesti untuk opname persediaan yang masih di gudang untuk mengetahui sisa persediaan sesudah adanya transaksi jual-beli selama satu periode akuntansi.

baca juga: Pemeriksaan (Audit) Surat Berharga dan Investasi

Prosedur yang mesti dilaksanakan oleh akuntan pertama adalah mencatat persediaan yang ada di gudang sebelum sistem ini berjalan. Ketika ada transaksi jual-beli, akuntan bisa mencatat transaksi tersebut dan mendebit akun pembelian apabila pembelian terjadi. Tetapi seandainya penjualan terjadi maka akuntan mengkredit akun pembelian. Sesudah akhir periode akuntansi, akuntan harus opname ulang persediaan yang dimiliki perusahaan. Ini dijalankan untuk menghitung harga pokok penjualan yang nantinya untuk menghitung laba-rugi perusahaan selama satu periode akuntansi.

Rumus untuk menghitung Harga Pokok Penjuelan:
HPP = Persediaan awal + Pembelian – Persediaan Akhir

Nantinya akuntan mempunyai dua data, yakni harga pokok penjualan (hpp) yang nantinya dilaporkan dalam laba-rugi dan laporan stok barang yang ada di gudang. Perhitungan secara pisik ini dimaksudkan untuk menetapkan jumlah nyata dari masing -masing jenis barang yang tersedia digudang.

baca juga: Pengertian Surat Berharga dan Investasi Serta Jenis-jenisnya

Namun terlepas dari perlunya ketelitian akuntan, sistem pencatatan perpetual lebih tidak memakan waktu dari pada periodik. Karena tidak memerlukan opname persediaan pada akhir bulan. Sehingga sistem sudah berjalan ketika adanya transaksi penjualan ataupun pembelian pada saat akuntan posting di dalam jurnal.


Metode Pencatatan Akuntansi

Sistem Pencatatan Persediaan dan Metode Pencatatan Persediaan Serta Penjelasannya Lengkap
Google Images - Sistem Pencatatan Persediaan dan Metode Pencatatan Persediaan Serta Penjelasannya Lengkap

Dalam melakukan sistem pencatatan persediaan barang, baik itu memakai sistem perpetual (pencatatan terus-menerus) atau pun dengan sistem pencatatan secara berkala (periodik), bisa dilakukan dengan berbagai metode.

Metode pencatatan yang banyak pakai di antaranya adalah metode First In First Out (FIFO), Last In First Out (LIFO), dan Weighted Average Cost (WAC) atau Average Cost (AC).


1. Metode First In First Out (FIFO)

Pengertian Metode First In First Out (FIFO) adalah metode yang digunakan untuk mencatat bahwa persediaan yang pertama kali masuk itulah yang pertama kali dicatat sebagai barang yang dijual. FIFO adalah singkatan dari First in first out atau arti dalam bahasa Indonesia adalah Pertama masuk pertama keluar. Tujuan dari metode First In First Out (FIFO) adalah supaya masing -masing produk tidak tertimbun terlalu lama dan menghindari masa kadaluarsa produk.

baca juga: Fungsi, Tujuan, dan Manfaat Asuransi


2. Metode Last In First Out (LIFO)

Pengertin metode Last In First Out (LIFO) adalah metode yang digunakan untuk mencatat bahwa persediaan yang terakhir masuk adalah barang yang pertama kali dicatat sebagai barang yang dijual. LIFO adalah singkatan dari Last in first out atau arti dalam bahasa Indonesia adalah Terakhir masuk pertama keluar. Mulai tahun 1970-an, perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat memilih untuk memakai sistem LIFO untuk mengurangi pajak ketika terjadi inflasi. Metode LIFO digunakan untuk memudahkan proses penataan, baik itu memasukkan ataupun mengambil barang.


3. Metode Weighted Average Cost (WAC) atau Average Cost (AC)

Pengertian Metode Weighted Average Cost (WAC) atau Average Cost (AC) adalah metode yang digunakan untuk mencatat bahwa nilai saldo awal barang dagangan di tambah total pembelian barang dagangan dibagi dengan total kuantitas barang dagangan yang dibeli ditambah kuantitas saldo awal, maka akan diperoleh harga rata-rata. Kemudian harga rata-rata tersebut dikalikan dengan kuantitas stock akhir yang diperoleh dari hasil stock opname, maka akan diperoleh nilai akhir barang dagangan. Atau Pencatatan barang-barang dengan metode Average Cost Method (WAC) artinya adalah barang-barang yang dikeluarkan dicatat berdasarkan pada harga rata -ratanya.

baca juga: Dasar-Dasar Akuntansi: Memahami Akuntansi Dengan Mudah

Itulah Sistem Pencatatan Persediaan dan Metode Pencatatan Persediaan Serta Penjelasannya Lengkap. Semoga bisa menambah referensi kalian dan bisa bermanfaat untuk belajar akuntansi.

0 Response to "Sistem Pencatatan Persediaan dan Metode Pencatatan Persediaan Serta Penjelasannya Lengkap"

Posting Komentar